SERTIFIKASI BMN BERUPA TANAH

Sukseskan Sertifikasi BMN berupa Tanah dengan Sinergi


Diunggah oleh : Jeaniva Thirza Tereshkova Najoan Tanggal : 23 Februari 2017 Update : 24 Februari 2017, pukul 09:33 Dibaca : 454 kali
Sukseskan Sertifikasi BMN berupa Tanah dengan Sinergi

Manado – Program Sertifikasi Barang Milik Negara (BMN-red) merupakan salah satu upaya dalam mengamankan BMN secara fisik, administrasi dan secara hukum. 

Sebagai langkah awal dalam menyukseskan program sertifikasi Tahun 2017, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Kanwil DJKN Suluttenggomalut) melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah Badan Pertahanan Nasional Provinsi Sulawesi Utara (Kanwil BPN Prov. Sulut-red) terkait program sertifikasi BMN berupa tanah (22/02).

Bertempat di ruang Kepala Kanwil BPN Prov. Sulut, rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil DJKN Suluttenggomalut, Kepala Kanwil BPN Prov. Sulut beserta jajarannya, Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN) dan Kepala Seksi PKN.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus perkenalan dari Kepala Kanwil DJKN Suluttenggomalut, Ferdinan Lengkong. Dalam sambutannya, Ferdinan menyampaikan bahwa kunci kesuksesan program ini bagaimana para pihak dapat melakukan sinergi yang baik.

“Program sertifikasi BMN berupa tanah ini penting dilalukan. Semoga kita (Kanwil DJKN Suluttenggomalut dan Kanwil BPN Prov. Sulut-red) dapat berkolaborasi menyukseskannya ”, imbuh Ferdinan.

Kementerian Keuangan dalam hal ini DJKN telah mengusulkan program percepatan sertifikasi BMN berupa tanah untuk dijadikan sebagai proyek Kementerian Keuangan guna mendukung Prioritas Nasional di Bappenas, jelasnya lagi.

“Mengingat anggaran untuk program ini berada pada Kanwil BPN, kami berharap Kanwil BPN juga dapat berkolaborasi dengan satuan kerja di wilayah Provinsi Sulut yang menjadi target sertifikasi. Besar harapan kami, target 100 BMN Tahun 2017 di Wilayah Sulawesi Utara dapat diselesaikan sehingga pengamanan BMN berupa tanah dapat terwujud,” ungkap pria kelahiran Manado itu.

Selanjutnya, Kepala Bidang PKN Rakhmat Mahsan menyampaikan evaluasi atas pelaksanaan serifikasi BMN berupa tanah di Sulut. Menurutnya realisasi program sertifikasi dalam tiga tahun terakhir masih sangat rendah dan belum pernah mencapai 100%.

“Kurangnya kontribusi dan kerjasama serta tidak efektifnya kolaborasi antara Kanwil DJKN, Kanwil BPN dan Satuan Kerja terkait target Sertifikasi mengakibatkan rendahnya capaian  target sertifikasi BMN berupa tanah” ujar Rakhmat. Menunjang terlaksananya program sertifikasi, berbagai upaya dilaksanakan sebagai cara pencapaian target.

“Bertitik tolak pada pencapaian sertifikasi sebelumnya, Rakhmat berharap perbedaan pemahaman antar Kantor Pertanahan dalam menyelesaikan sertifikasi BMN berupa tanah jalan nasional dapat diselesaikan, Target sertifikasi Tahun 2017 didominasi oleh satker Pelaksana Jalan Nasional sebanyak 96 bidang" pinta pria asal Lampung tersebut.

“Perlu dilaksanakan koordinasi tripartit antara DJKN, BPN dan Satker baik formal maupun informal secara terjadwal” lanjut Rakhmat.
Kepala Kanwil BPN Prov. Sulut, Rowland P. Sijabat menyambut baik koordinasi yang telah dilaksanakan.

“Kami akan segera menjadwalkan pertemuan dengan satker yang menjadi target sertifikasi untuk memaksimalkan pencapaian target di Tahun 2017” jelas Rowland.

Acara diakhiri dengan penyerahan Berita Acara Pemeriksaan (BAP-red) untuk 100 (seratus) BMN yang menjadi program sertifikasi. (Penulis : Jeaniva Thirza Tereshkova Najoan - Kanwil DJKN Suluttenggomalut)

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :