SINERGI DJKN DAN DJBC

KPKNL Makassar Setujui Pemusnahan Barang Tegahan Bea Cukai


Diunggah oleh : Wiesky Renata Julina, S.e. Tanggal : 30 September 2016 Update : 3 Oktober 2016, pukul 21:56 Dibaca : 983 kali
KPKNL Makassar Setujui Pemusnahan Barang Tegahan Bea Cukai

Makassar – Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo memimpin pemusnahan Barang Milik Negara yang berasal dari Barang Tegahan Kanwil Bea Cukai Sulawesi di halaman Balai Diklat Keuangan Makassar pada Kamis (29/9). Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Makassar, Chairiah  yang turut hadir dlam pemusnahan tersebut mengatakan KPKNL yang bertindak atas nama Menteri Keuangan (Pengelola BMN) telah memberikan persetujuan penghapusan barang tegahan bea dan cukai tersebut yang menjadi barang milik negara.

Dengan terbitnya persetujuan pemusnahan tersebut KPKNL berupaya menyelamatkan potensi kerugian negara dari barang-barang illegal dan perusakan generasi muda atau masyarakat melalui barang-barang terlarang tersebut. Surat persetujuan tersebut  kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan pemusnahan demikian dijelaskan Chairiah.

Berdasarkan data Kanwil Bea Cukai Sulawesi, pemusnahan tersebut merupakan hasil penindakan sepanjang semester pertama 2016 berupa 33,29 juta batang rokok senilai Rp 19,64 miliar, 3.319 bal pakaian bekas illegal senilai Rp 7,37 miliar, 38 paket air soft gun dan sex toys senilai Rp 15 juta dan 51.279 botol minuman beralkohol illegal senilai Rp 11,7 miliar, dan barang illegal lainnya. Total nilai barang yang dimusnahkan berkisar Rp 38,72 miliar. (Wiesky Renata Julina/Seksi Hukum dan informasi)

Foto-foto terkait berita :

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap berita ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :