PENGELOLAAN KEKAYAAN NEGARA

Sepenggal Akhir Cerita PT ARUN NGL


Diunggah oleh : Yoga Aditya Pambudi S.e. Tanggal : 14 Februari 2017 Update : 16 Februari 2017, pukul 08:51 Dibaca : 1.272 kali
Sepenggal Akhir Cerita PT ARUN NGL

Lhokseumawe - Senin, 13 Februari 2017 bertempat di ruang rapat PT Arun NGL telah dilaksanakan rapat evaluasi pelaksanaan verifikasi hasil inventory fisik aset Eks PT Arun NGL  periode Desember 2016.

Sampai dengan Januari 2017 telah dilaksanakan inventory fisik aset oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) bekerja sama dengan KPKNL Lhokseumawe, dan Kanwil DJKN Aceh.

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan LMAN, Kepala KPKNL Lhokseumawe beserta tim, perwakilan Kanwil DJKN Aceh, Perwakilan PT Arun NGL, Perwakilan PT Pertamina Persero, Perwakilan PT Perta Arun Gas (PAG), dan perwakilan PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

Kegiatan verifikasi hasil inventory aset Eks PT Arun NGL dimaksud telah memasuki tahap ke-7 dengan total hasil verifikasi sekitar 6000 aset atau kurang lebih 75% dari total aset.  Aset-aset tersebut meliputi aset Eks komplek perumahan karyawan PT Arun NGL, fasilitas produksi PT Arun NGL, dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya.

Aset-aset eks PT Arun NGL yang telah dilakukan inventarisasi tersebar di beberapa lokasi, diantaranya: (1) Lokasi produksi PT Arun NGL di Blang Lancang, Kota Lhokseumawe; (2) Cluster III Eks PT Exxon Mobile Oil di Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara; (3) Eks komplek perumahan PT Arun NGL, Jalan Medan-Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, serta (4) Fasilitas Water Intake di Peusangan, Kabupaten Bireuen.

PT Arun Natural Gas Liquefaction, lebih dikenal dengan PT Arun NGL, adalah perusahaan pengolahan gas alam yang berlokasi di Blang Lancang, Kota Lhokseumawe. Pada masanya, kilang Arun merupakan salah satu perusahaan penghasil LNG terbesar di dunia. Namun pada akhir tahun 2015 PT Arun sudah berhenti beroperasi seiiring menipisnya cadangan gas alam yang menjadi bahan baku utama di perusahaan tersebut.

Saat ini lokasi produksi PT Arun NGL telah dilakukan decommissioning (kondisi dimana kegiatan operasi produksi (eksploitasi) Migas telah berakhir). Kegiatan decommissioning ini meliputi pembersihan area produksi PT Arun NGL dari sisa-sisa bahan beracun maupun bahan-bahan berbahaya lainnya, sehingga tidak membahayakan apabila aset Eks PT Arun NGL dikembalikan ke negara dan dimanfaatkan di masa yang akan datang.

Saat ini sebagian aset eks PT Arun NGL telah dimanfaatkan oleh PT Perta Arun Gas untuk kegiatan produksi pengolahan gas alam yang tersisa, selain itu PT PAG juga memanfaatkan sebagian komplek perumahan untuk tempat tinggal karyawannya.

Kepala KPKNL Lhokseumawe, Nofiansyah mengatakan “Aset Eks PT Arun NGL diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa penerimaan Negara yang signifikan melihat besarnya potensi pemanfaatan yang bisa dihasilkan dari aset-aset tersebut, dan kemanfaatan bagi perkembangan perekonomian di Aceh”. (narasi:yoga, foto: yoga&andri)

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :