QUALITY ASSURANCE PEJABAT LELANG

221 Pejabat Lelang Kelas I telah mengikuti Quality Assurance


Diunggah oleh : Paundra Adi R. Tanggal : 29 Agustus 2016 Update : 29 Agustus 2016, pukul 17:08 Dibaca : 1.138 kali
221 Pejabat Lelang Kelas I telah mengikuti Quality Assurance

Denpasar - Total 221 pejabat lelang kelas I di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) telah mengikuti Quality Assurance (QA) yang diadakan oleh Direktorat Lelang bekerja sama dengan Sekretariat Kantor Pusat DJKN.

“Pejabat lelang harus memenuhi standar kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural,” ungkap Kepala Subbagian Manajemen Kinerja dan Mutasi Kepegawaian Suwadi Tristiyawan pada Quality Assurance Pejabat Lelang Kelas I dan Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Terkait Lelang, di Denpasar  Rabu (23/08).

Sebanyak 37 orang Pejabat Lelang Kelas I dari wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Bali dan Nusa Tenggara mengikuti QA yang dilangsungkan di Kanwil DJKN Bali dan Nusa Tenggara tersebut.

Untuk diketahui QA di Denpasar ini merupakan rangkaian akhir pelaksanaan QA untuk tahun 2016. Dengan demikian Kantor Pusat DJKN telah melaksanakan QA di Kantor Wilayah DJKN seluruh Indonesia yang diselenggarakan di kota-kota seperti Surakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Tangerang, Denpasar dan Manado sejak akhir Juli 2016 lalu.

Untuk memenuhi kompetensi teknis pejabat lelang yang ditetapkan Kantor Pusat DJKN, para peserta QA minimal harus mencapai nilai 60 (kompetensi cukup). Peserta yang memenuhi standar tersebut dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat yang telah disahkan pimpinan DJKN.

Sertifikat tersebut berturut-turut berlaku untuk satu tahun, dua tahun dan empat tahun bagi peserta yang memenuhi kompetensi cukup, baik, dan baik sekali. “Untuk bisa melakukan lelang nantinya pejabat lelang harus melalui proses inpassing yaitu uji administrasi dan kompetensi" jelas Suwadi.

Semua Lelang Harus Melalui e- Auction

Menteri Keuangan Sri Mulyani menghendaki semua lelang yang melalui DJKN dilakukan dengan basis internet. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah DJKN Bali dan Nusa Tenggara Etto Sunaryanto di acara yang sama. Etto mengungkapkan permintaan yang disampaikan Menteri Keuangan tersebut didasarkan pada pelaksanaan lelang berbasis internet yang dapat menihilkan berbagai kekurangan yang ada di lelang konvensional.

Etto menjelaskan dari sisi operasional, lelang berbasis internet lebih murah daripada lelang konvensional. “Ini menjadi solusi mengingat saat ini pemerintah sedang melakukan penghematan,” ungkapnya. Pada tahun ini  total 115,02 triliun anggaran belanja Kementerian dan Lembaga telah dipangkas untuk penghematan.

Kepala Subdirektorat Bina Lelang III N. Eko Laksito mengatakan frekuensi lelang  berdasarkan data semsester 1 (sampai Juni) 2016 mencapai 23.380  dengan pokok lelang 4,7 triliun. Frekuensi ini didominasi oleh lelang amanat pasal 6 Undang-undang hak tanggungan (UUHT). Terkait banyaknya lelang UUHT ini, Eko meminta kepada para pejabat lelang untuk lebih teliti dan memitigasi permohonan lelang yang diajukan. “ dengan mitigasi yang baik dapat meminimalisir permasalahan terkait lelang hak tanggungan tersebut,” ungkap Eko.

Direktorat Lelang Kantor Pusat DJKN saat ini pun sedang dalam tahap finalisasi untuk melahirkan jabatan fungsional pejabat lelang di DJKN. Terkait hal tersebut Eko mengungkapkan pihaknya tidak hanya fokus terhadap lahirnya jabatan fungsional tersebut, namun akan dilakukan kajian yang lebih dalam terkait jenjang karier dan perlindungan hukum bagi pejabat lelang dalam menjalankan tugasnya. (FO Sunggu/Uun)

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap berita ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :