ORGANISASI KERJA

Persiapan Revaluasi BMN untuk Tahun 2017 di Kanwil DJKN Suluttenggomalut


Diunggah oleh : Jeaniva Thirza Tereshkova Najoan Tanggal : 13 Februari 2017 Update : 14 Februari 2017, pukul 10:01 Dibaca : 1.204 kali
Persiapan Revaluasi BMN untuk Tahun 2017 di Kanwil DJKN Suluttenggomalut

Manado – Momentum Pelaksanaan Revaluasi Barang Milik Negara (BMN) yang direncanakan mulai awal April 2017 telah dipersiapkan secara matang oleh jajaran Kanwil DJKN Suluttenggomalut khususnya dengan sinergi antara Bidang Penilaian, Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara dan KPKNL di lingkungan Kanwil DJKN Suluttenggomalut.

Hal tersebut dapat dilihat dari pelaksanaan rapat persiapan yang dilaksanakan selama dua hari (6/2-7/2).

Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Seksi Penilaian dan Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara di lingkungan Kanwil Suluttenggomalut dan dibuka langsung oleh Ferdinan Lengkong, Kepala Kanwil DJKN Suluttenggomalut.

Dalam sambutannya Ferdinan menyampaikan bahwa Revaluasi BMN agar dipersiapkan sebaik mungkin baik dalam pengumpulan data, survei data tanah sampai dengan pelaksanaan revaluasi BMN. “Kantor Pusat sudah mengalokasikan anggaran revaluasi yang untuk sementara didasarkan pada data jumlah BMN dengan asumsi tertentu untuk jangka waktu penilaian. Untuk itu, perlu informasi dan masukan dari kantor operasional khususnya yang wilayahnya meliputi kepulauan seperti Kanwil Suluttenggomalut sebagai bahan pertimbangan Kantor Pusat dalam mengalokasikan anggaran”, jelas Ferdinan.

Selanjutnya yang menjadi agenda  rapat persiapan tersebut adalah menyusun RAB secara detail dan terukur dengan tetap berpedoman pada semangat efisiensi dan efektivitas anggaran sehingga dapat menjadi dasar untuk menyusun action plan kegiatan revaluasi aset BMN. Penyusunan anggaran dan rencana kerja yang dilakukan berbasis teritorial (wilayah regional dengan melihat berapa banyak jumlah BMN dalam satu wilayah pulau atau kota/kabupaten dan mengabaikan jumlah satuan kerja yang ada di sana).

Agenda lain yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat  tersebut adalah karakteristik geografis di wilayah kerja Kanwil DJKN Suluttenggomalut yang sebagian besar merupakan kepulauan yang pastinya akan memerlukan transportasi khusus dalam pelaksanaan survei lapangan, sehingga dengan data yang akurat dapat diukur jumlah hari perjalanan dan biaya transportasinya.

Dalam sambutannya, Kurniawan Catur Andrianto, Kepala Bidang Penilaian mengatakan bahwa untuk pelaksanaan  survei yang lebih efektif dan efisien,  maka  lama hari survei akan lebih tepat bila didasarkan pada wilayah regional (pulau, kota/kabupaten) sehingga penggunaan anggaran menjadi  lebih hemat.

“Diperlukan keahlian manajemen  yang tinggi dalam mengatur penentuan jadwal penugasan petugas pendamping dari satuan kerja, misalnya satu pulau terdapat 15 satuan kerja namun hari pelaksanaan yang dialokasikan 10 hari akan menjadi tantangan tersendiri bagaimana menyiasati anggaran yang dialokasikan 10 hari dibagi kepada 15 petugas pendamping dari satuan kerja serta jadwal pendampingan masing-masing selama masa penugasan Tim Penilai.” jelas Catur.

“Untuk mengatasi besarnya biaya transportasi wilayah kepulauan khususnya, maka biaya penginapan yang awalnya satu orang per kamar menjadi dua orang per kamar akan dialihkan menjadi biaya transportasi, untuk itu disarankan KPA untuk melakukan revisi anggaran sebesar 45% dari biaya penginapan dan mengalihkannya ke anggaran biaya transportasi" tambahnya.

Selanjutnya Rakhmat Mahsan, Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara menekankan pentingnya sinergi antara tim koordinasi, tim penilai dengan satuan kerja (satker-red). “Peran aktif dari tim koordinasi revaluasi aset BMN untuk berkordinasi dengan satker yang asetnya akan dinilai dapat mengatasi kendala tersebut,” ujar Rakhmat.

Dalam rapat tersebut juga muncul beberapa pendapat yang diusulkan menjadi alternatif dalam menyusun RAB yang riil sesuai dengan data yang diperoleh dari hasil pemilahan dan menyesuaikannya dengan kondisi geografis wilayah kerja dengan tetap mempertimbangkan besaran anggaran yang telah disusun oleh Kantor Pusat.

Di hari terakhir kegiatan tersebut dibahas current issue revaluasi aset BMN yang dihadiri oleh seluruh Kepala KPKNL sekaligus finalisasi draft RAB yang telah disesuaikan dengan kebutuhan riil walapun secara total jumlahnya menjadi sedikit lebih besar bila mengacu pada alokasi anggaran yang disusun oleh Kantor Pusat DJKN akan tetapi lebih mengakomodir biaya transportasi yang bersifat real of cost. (Penulis : Jeaniva Thirza Tereshkova Najoan - Kanwil DJKN Suluttenggomalut)

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :