PENGELOLAAN BMN

Pelaksanaan Rekonsiliasi Melalui SIMAN Semakin Dimudahkan


Diunggah oleh : Jeaniva Thirza Tereshkova Najoan Tanggal : 31 Januari 2017 Update : 1 Februari 2017, pukul 09:19 Dibaca : 682 kali
Pelaksanaan Rekonsiliasi Melalui SIMAN Semakin Dimudahkan

Manado - SIMAN (Sistem Informasi Manajemen Aset Negara) sebagai salah satu produk milik DJKN yang diciptakan untuk mempermudah pelaksanaan penatausahaan pengelolaan BMN dan berdampak positif bagi pengelola maupun pengguna.

Bertempat di Lantai III, Gedung Keuangan Negara (GKN) Manado, dilaksanakan Rekonsiliasi data BMN semester II dan Tahunan Tahun 2016 dimulai dari tanggal 23 s.d 27 Januari 2017 melalui layanan terpadu antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Kanwil DJKN Suluttenggomalut) dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Provinsi Sulawesi Utara (Kanwil DJPB Prov Sulut).

“Semoga layanan satu atap antara Kanwil DJKN Suluttenggomalut dan Kanwil DJPB Sulut Semester II Tahun 2016 dapat berjalan dengan baik dan satuan kerja dapat dipermudah dalam menyelesaikan permasalahan.” harap Ferdinan Lengkong Kepala Kanwil DJKN Suluttenggomalut membuka Co-Location atau layanan terpadu yang juga dihadiri oleh Kepala Kanwil DJPB Prof. Sulut, Sulaimansyah serta petugas rekon BMN dan petugas rekonsiliasi Keuangan. 

Rekonsiliasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses penyusunan laporan keuangan dan sebagai tanggung jawab setiap satuan kerja tingkat kordinator wilayah untuk melakukan Rekonsiliasi BMN. Melakukan rekonsiliasi berarti  mencocokkan atau membenarkan pencatatan semua transaksi keuangan sebuah entitas sehingga menghasilkan keseimbangan posisi debet dan kredit pada neraca laporan keuangan entitas tersebut.

Rekonsiliasi Semester II dan Tahunan Tahun 2016  merupakan salah satu pelayanan prima Kanwil DJKN Suluttenggomalut, rekon mandiri oleh setiap operator menggunakan aplikasi SIMAN akan lebih mudah. “Dengan adanya SIMAN saya (operator SIMAN pengguna) merasa terbantu, tidak perlu bolak balik ke Kanwil DJKN Suluttenggomalut untuk melakukan rekonsiliasi. Hanya duduk dibelakang meja namun tentunya didukung oleh jaringan internet yang memadai saya bisa melakukan rekon BMN” ungkap salah satu operator BMN satuan kerja (satker-red) membawahi Kementerian Keuangan.

Untuk memaksimalkan proses rekonsiliasi, Kanwil DJKN Suluttenggomalut membentuk tim gabungan dengan melibatkan staf diluar bidang PKN yang terdiri dari petugas administrasi, konsultasi dan rekonsiliasi. Disamping itu, Tim bertugas mendampingi satuan kerja yang mengalami kendala dalam menggunakan aplikasi SIMAN.

“Beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Rekon BMN diantaranya beberapa satker belum melakukan update SIMAK versi 16.0, proses sinkronisasi pada SIMAN yang menunggu antrian, adanya satker yang tidak melakukan perbaikan data pada rekonsiliasi BMN semester I Tahun 2016 sehingga terdapat selisih Saldo pada SIMAK dan SIMAN, data pendukung yang tidak lengkap serta gangguan jaringan Internet.” jelas salah satu petugas rekon BMN.

Sampai dengan jadwal yang telah ditentukan untuk pelaksanaan Rekonsiliasi BMN Semester II dan Tahunan Tahun 2016, dari 325 satker terdapat 120 satker telah melaksanakan rekonsiliasi BMN namun terdapat beberapa satker yang belum melaksanakan rekonsiliasi BMN dikarenakan masih melakukan perbaikan data tingkat KPKNL maupun tingkat Kanwil serta adanya prioritas rekon BMN tingkat Eselon I.

Untuk lebih mengoptimalkan lagi tingkat kepatuhan satker dalam pemahaman melaksanakan rekonsiliasi Kanwil DJKN Sulutenggomalut akan memberikan asistensi dan sosialisasi tentang pentingnya mengelola BMN secara baik dan benar.

Penulis : Jeaniva Thirza Tereshkova Najoan - Kantor  : Kanwil DJKN Suluttenggomalut

 

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :