PELAYANAN LELANG

Mengemas Evaluasi dengan Pemberian Apresiasi


Diunggah oleh : Dhanni Azier Nanda Dwi Jendra S.h. Tanggal : 8 Maret 2017 Update : 10 Maret 2017, pukul 12:00 Dibaca : 499 kali
Mengemas Evaluasi dengan Pemberian Apresiasi

Banda Aceh – (07/03/17) KPKNL Banda Aceh memberikan penghargaan kepada Kepala stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo dan Kepala PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Meulaboh. Pemberian apresiasi tersebut dilakukan atas kontribusi keduanya dalam meningkatkan capaian pokok lelang KPKNL Banda Aceh sebesar 434.82% dari target 8.4 Miliar.

Acep Hadinata selaku Kepala KPKNL Banda Aceh menyadari betul bahwa capaian tersebut tidak mungkin terwujud tanpa adanya sinergi yang baik antar pihak. Untuk itu, pemberian penghargaan dirasa penting guna meningkatkan hubungan kerjasama yang telah terbangun.

Penghargaan terhadap BRI Cabang Meulaboh disampaikan disela agenda Rapat Koordinasi Kantor Wilayah DJKN Aceh dan PT BRI Wilayah Aceh di Aula Kanwil BRI Aceh. Penghargaan diberikan mengingat BRI Cabang Meulaboh merupakan kontirbutor terbesar dibandingkan cabang lainnya dalam wilayah kerja KPKNL Banda Aceh.

Setelah penyerahan penghargaan, Acep menyampaikan adanya beberapa catatan atas pelaksanaan lelang BRI sepanjang tahun 2016 silam, antara lain frekuensi lelang Tidak Ada Peminat (TAP). Sebanyak 152 kali dari 220 frekuensi lelang yang dimohonkan oleh PT BRI berakhir sebagai lelang TAP. Jika dibandingkan dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan, hal tersebut menjadi tidak sebanding dengan PNBP yang diterima. Untuk itu, Acep mengharapkan pihak PT BRI dapat memetakan Berkas lelang dengan kemungkinan laku dan TAP guna efektifitas dan efisiensi lelang.

Penghargaan lainnya diberikan kepada Kepala stasiun PSDKP lampulo dalam kunjungan langsung Kepala KPKNL Banda Aceh. Kedatangan Kepala KPKNL Banda Aceh beserta jajaran disambut langsung oleh Basri, Kepala stasiun PSDKP lampulo.

Pemberian penghargaan tidak lepas dari pelaksanaan lelang 1.935 ton ikan illegal transhipment yang dilakukan pada 19 Juli 2016. Lelang yang laku senilai Rp 21 Milyar tersebut memberikan kontribusi terbesar dalam realisasi target capaian lelang KPKNL banda Aceh tahun 2016.

Basri menyampaikan bahwa ke depan diharapkan kerjasama antara PSDKP dan KPKNL Banda Aceh dalam pelaksanaan lelang ikan illegal fishing maupun illegal transshipment dapat lebih intens. hal ini mengingat kualitas ikan yang akan dilelang sangat dipengaruhi oleh waktu, mutu ikan yang lebih baik akan meningkatkan harga jual dalam lelang.

Baik kepada PT BRI maupun KKP/PSDKP, Acep Hadinata berkomitmen penuh untuk terus bahu membahu dan menjaga sinergitas dengan mewujudkan lelang yang efekif dan efisien. Hal yang sama diharapkan dapat dilakukan pula sebaliknya, permohonan lelang diajukan secara efektif dan efisien memperhatikan syarat dan kelengkapan yang diperlukan.

Melalui pemberian apresiasi ini diharapkan beberapa catatan evaluasi dapat diterima dan segera ditindaklanjuti.

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :