PENUTUPAN REKON BMN KANTOR PUSAT DJKN

Masukan Dari K/L Menjadi Bahan Perbaikan di Masa Mendatang


Diunggah oleh : Niko Prastiya Tanggal : 6 Agustus 2015 Update : 7 Agustus 2015, pukul 16:10 Dibaca : 954 kali
Masukan Dari K/L Menjadi Bahan Perbaikan di Masa Mendatang

Jakarta - Hari ke-3 adalah hari terakhir pelaksanaan Kegiatan Rekonsiliasi Data Barang Milik Negara (BMN) antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dengan 89 Kementerian/Lembaga (K/L),  Rabu (6/8). K/L diharuskan menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Keuangan (SIMAK) BMN Akrual dalam menyusun Laporan Barang Pengguna (LBP) dan Aplikasi Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dalam menyusun Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Semester I Tahun 2015.

Berdasarkan hasil wawancara singkat bersama perwakilan K/L yang mengikuti Rekonsiliasi, dijumpai beberapa kendala dalam penyusunan LBP Semester I Tahun 2015 sebagai dampak implementasi perubahan Sistem Akuntansi dari berbasis Cash Toward to Acrual (CTA) menjadi berbasis Akrual.

Bayu AR., Operator Pusat Aplikasi SIMAK BMN pada Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki jumlah satuan kerja (satker) lebih dari 1.000 satker. Bayu memberi input terkait launching Aplikasi SIMAK BMN Akrual yang mendekati waktu penyusunan LBP Semester I Tahun 2015 dan masih terdapat “bugs”. Pihaknya mengharapkan agar apabila terdapat perubahan aplikasi dapat diimplementasikan jauh sebelum tanggal penyusunan LBP serta aplikasi yang digunakan tidak dijumpai “bugs”, sehingga penyusunan LBP dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Berbeda halnya dengan yang diungkapkan oleh Maliki S., Operator Aplikasi SIMAK BMN Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Maliki menjelaskan bahwa nilai aset di Neraca SIMAK BMN berbeda dengan nilai aset di Neraca SAIBA, sehingga perlu penyesuaian menggunakan jurnal aset di dalam Aplikasi SAIBA. Harapannya, Aplikasi SIMAK BMN yang digunakan dalam menyusun LBP di K/L dapat digunakan secara efektif dan memadai.

Menanggapi hal ini, Intan Puspitarini, Kasi BMN IV A Direktorat BMN menjelaskan adanya perubahan CTA menjadi basis Akrual merupakan hal baru bagi K/L dalam menyusun LBP Semester I Tahun 2015. Dalam memberikan penjelasan serta pemahaman praktik Akrual kepada K/L serta mengingat pelaporan Semester I tidak menjadi objek audit, permasalahan yang terjadi dalam penyusunan LBP Semester I Tahun 2015 serta masukan dari K/L diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam perbaikan infrastruktur dan peningkatan pemahaman Sumber Daya Manusia sehingga dalam penyusunan LBP Tahun 2015 tidak dijumpai permasalahan yang berarti. (Penulis/foto:Aditya Febrianto/nico, ferdi)

Foto-foto terkait berita :

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap berita ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :