PELAYANAN LELANG

KPKNL Palopo Sosialisasikan Lelang e-Auction ke Pemerintah Daerah


Diunggah oleh : Muhammad Noor Akhmad Tanggal : 22 Desember 2016 Update : 22 Desember 2016, pukul 13:10 Dibaca : 664 kali
KPKNL Palopo Sosialisasikan Lelang e-Auction ke Pemerintah Daerah

Palopo - Selasa, 20 Desember 2016 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palopo mengadakan Sosialisasi Pelaksanaan Lelang Non Ekesekusi Wajib Barang Milik Daerah (BMD) melalui E-Auction bertempat di Ruang Rapat KPKNL Palopo Jalan Andi Kambo No.55 Kota Palopo, dihadiri oleh perwakilan dari Pengelola Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di wilayah kerja KPKNL Palopo.

“Sebagaimana diketahui, pelaksanaan penjualan Barang Milik Daerah (BMD) selama ini dilakukan secara lelang terbatas berdasarkan pada Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 dipandang tidak sesuai dengan semangat akuntabilitas pengelolaan Barang Milik Daerah. Oleh karena itu sejak tahun 2016 berdasarkan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 ditetapkan tata cara penjualan Barang Milik Daerah (BMD) dilakukan secara lelang terbuka untuk umum” Ungkap Bula, Kepala KPKNL Palopo dalam sambutannya mengawali acara tersebut.

“Pentingnya pengetahuan mengenai lelang terutama dalam rangka pemindahtanganan/penjualan Barang Milik Daerah   yang  hendak   dihapuskan  dari  laporan barang baik pada Pengguna Barang (SKPD) maupun pada Pengelola Barang (Setda) oleh sebab itu kami pandang perlu untuk menyampaikan informasi dan pemahaman kepada seluruh unsur Pengelola Barang Milik Daerah”. Tambahnya.

Sosialisasi dibagi dalam 2 (dua) sesi. Sesi pertama dibawakan oleh Asim, Kepala Seksi Pelayanan Lelang. Dalam paparannya Asim menjelaskan bahwa lelang adalah Penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertulis dan/atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi, yang didahului dengan Pengumuman Lelang. Lelang Ulang adalah Pelaksanaan lelang yang dilakukan untuk mengulang lelang yang tidak ada peminat, lelang yang ditahan atau lelang yang Pembelinya wanprestasi.

Selain itu Asim menambahkan bahwa setiap pelaksanaan Lelang harus dilakukan oleh dan/atau dihadapan Pejabat Lelang dan Lelang tetap dilaksanakan walaupun hanya diikuti oleh 1 (satu) orang peserta lelang. Untuk Jenis Lelang terdiri atas Lelang Eksekusi, Lelang Non Eksekusi Wajib dan Lelang Non Eksekusi Sukarela sedangkan untuk syarat-syarat Permohonan Lelang yaitu Penjual mengajukan permohonan lelang secara tertulis disertai dokumen persyaratan lelang untuk meminta jadwal pelaksanaan lelang.

Sesi kedua dibawakan oleh Markus Lanteng staf Seksi Pelayanan Lelang, yang memaparkan tentang tata cara Pelaksanaan Lelang E-Auction. “Lelang E-Auction merupakan salah satu jenis penawaran lelang melalui aplikasi berbasis internet dengan alamat browser : http//:www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id  dengan metode Penawaran terdiri dari lelang email (closed bidding) dan lelang internet (open bidding)E-Auction dapat dilaksanakan untuk lelang eksekusi, lelang non eksekusi wajib dan lelang non eksekusi sukarela.

Manfaat E-Auction sebagai transformasi pelayanan lelang menjadi sederhana (proses bisnis), pelayanan mudah dan orientasi mengurangi beban biaya/waktu peserta lelang untuk hadir, adil bagi peserta lelang, pemilik barang, penjual, meningkatkan kemitraan dengan perbankan, dan partisipasi masyarakat luas, modernisasi pelayanan yang lebih transparan, akuntabel dan responsif berbasis IT dan Peningkatan penerimaan Negara (PNBP/Pajak).

Keunggulannya Peserta dapat menawar dari mana saja (tanpa biaya untuk hadir), mudah, cepat (penawaran hitungan detik), cepat pengembalian uang jaminan, tidak ada penambahan biaya transaksi, peserta menawar dengan kemampuan sebenarnya dan mengajukan penawaran bebas tanpa tekanan/aman serta harga lelang yang optimal memberikan keadilan kepada penjual, pemilik barang, pembeli dan Negara” Jelas Markus.

Para peserta sosialiasi sangat antusias, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan. Mereka juga berharap acara seperti ini bisa dilakukan minimal setiap tahun dan berkelanjutan. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini Pengelola BMD pada setiap Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota yang ada di wilayah kerja KPKNL Palopo dapat lebih memahami/mengetahui tata cara pelaksanaan lelang maupun prosedur lelang lewat internet agar kedepan penghapusan BMD dapat dilakukan secara lelang.

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :