KPKNL Medan Kehilangan Potensi Penerimaan Lelang Hingga Miliaran Rupiah


Diunggah oleh : Brana Pandega Tanggal : 1 Desember 2008 Update : 1 Desember 2008, pukul 10:37 Dibaca : 844 kali

 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan sejak tahun ini kehilangan potensi dari penerimaan lelang hingga miliaran rupiah akibat perbankan, instansi pemerintah serta persero dibolehkan melelang sendiri aset-aset mereka karena terbitnya peraturan maupun keputusan pemerintah yang berlaku mulai tahun 2007.

“Jadi dengan terbitnya peraturan dan keputusan pemerintah, maka KPKNL Medan kehilangan potensi cukup besar hingga miliaran rupiah,” jelas Mual Pasaribu SH, Kepala Seksi Hukum dan Informasi Kekayaan Negara dan dan Lelang Medan kepada wartawan di kantornya Gedung Keuangan Medan, Rabu pagi (7/11).

Mual memaparkan, untuk perbankan tertuang dalam PP No 33 tahun 2006, instansi pemerintah pada Kep-Mendagri, sedangkan persero tertuang dalam PP no 12 tahun 1998.

Katanya, sejak KPKNL Medan “tukar-baju” atau berubah nama mulai Juli 2007 dari nama sebelumnya KP2LN (Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara), tugas lembaga ini untuk melelang aset milik perbankan, instansi pemerintah maupun persero semakin minim. Tapi tugas baru bertambah yakni tahun ini melakukan penilaian atas aset-aset milik kantor-kantor di lingkungan Departemen Keuangan di Medan.

Mengenai lelang, Mual menyebutkan, target penerimaan lelang tahun 2007 sebesar Rp 80 miliar, sedangkan realisasi/perolehan lelang hingga Oktober 2007 sudah mencapai Rp 48 miliar atau 60 persen dari target tersebut.

Perolehan lelang terbesar yakni berasal dari lelang hak tanggungan sebesar Rp 23,6 miliar. Selebihnya berasal dari lelang aset-aset debitur.

Untuk lelang eksekusi yakni merupakan aset piutang macet dari perbankan yang diurus untuk diselesaikan sekarang ini, kata Mual merupakan pengurusan lama di bawah tahun 2006. Dari sekian banyak pengurusan tersebut, yang berhasil dilelang hanya 15 persen.


Dia memaparkan, realisasi PNDS (Penerimaan Negara Dapat DiSelesaikan) sampai Oktober 2007 sebesar Rp 20,083 miliar atau 100,33 persen dari target PNDS sebesar Rp 21 miliar. Sedangkan realisasi BIAD (Biaya Administerasi) nya Rp 1,284 miliar lebih atau 132,45 persen dari target PNDS 2007 Rp 132,45 persen.

Dia merinci, realisasi PNDS dari perbankan mencapai Rp19,670 miliar atau 103,63 persen dari target Rp 20,250 miliar, sedangkan realisasi PNDS dari non perbankan Rp 412,74 juta lebih dari target PNDS Rp Rp 750 juta.

Realisasi PNDS dari perbankan yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan Bank Sumut. Dari perbankan ini PNDS terbesar yakni dari BNI sebesar Rp 8,406 miliar, sedangkan dari non perbankan yakni dari BUMD/BUMN sebesar Rp 322,29 juta.

Sumber: hariansib.com
 

  • Media Sosial Kami :