PELAYANAN LELANG

Kembangkan e-Auction, Pushaka Kemenkeu Kunjungi KPKNL Jakarta V


Diunggah oleh : Badrud Duja Tanggal : 9 September 2016 Update : 14 September 2016, pukul 12:42 Dibaca : 1.242 kali
Kembangkan e-Auction, Pushaka Kemenkeu Kunjungi KPKNL Jakarta V

Jakarta - “Trend pelaksanaan lelang melalui e-Auction dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan. Selain faktor pemohon lelang sudah mulai familiar dengan e-Auction, peserta lelang pun menyukai cara lelang ini karena tidak mewajibkan kehadiran peserta lelang secara fisik sehingga meminimalisir persaingan tidak sehat antar peserta lelang”, jelas Palomes Tampubolon, Kepala Seksi Pelayanan Lelang, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta V.

Hal tersebut dipaparkannya di hadapan tim site visit dari Pusat Harmonisasi Kebijakan (Pushaka) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berkunjung ke KPKNL Jakarta V sebagai objek observasi dalam rangka kajian post kebijakan mengenai perkembangan pelaksanaan e-Auction, pada Rabu, 7 September 2016.

Ia menambahkan, menurut data yang ada, sampai dengan 2 September 2016 nilai lelang melalui e-Auction adalah sebesar Rp633,37 miliar atau 96.82% dari total nilai lelang sebesar Rp654,19 miliar. Secara prosentase naik sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp647,68 juta atau 0.102% dari total nilai lelang sebesar Rp1,16 triliun.

“Perlu diketahui e-Auction terpilih sebagai Top 99 dalam kompetisi inovasi pelayanan publik yang diselenggarakan Kementerian PAN-RB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi - red) beberapa tahun yang lalu”, pungkas pria berkaca mata yang pernah bertugas di KPKNL Batam tersebut.

Pada kesempatan sebelumnya, Rosty, anggota tim site visit dari Pushaka Kemenkeu, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi pelaksaaan e-Auction di lapangan dan melihat potensi kendala atau permasalahan yang ada dan memberikan alternatif pemecahannya. 

Kajian dilakukan dengan melihat data seperti target dan capaian IKU (Indikator Kinerja Utama) e-Auction, perbandingan nilai lelang melaui e-Auction dan non e-Auction, nilai lelang e-Auction dari lelang sukarela, sarana dan prasarana KPKNL, grafik peningkatan/penurunan e-Auction serta ada tidaknya sosialisasi e-Auction ke stakeholders. Metode yang digunakan melalui pengisian formulir observasi dan tanya jawab serta wawancara langsung.

Turut hadir pada acara tersebut, pejabat lelang dan pegawai pada seksi pelayanan lelang, sub bagian umum dan seksi hukum dan informasi KPKNL Jakarta V serta perwakilan dari bidang lelang Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara DKI Jakarta.

Saat acara tanya jawab dan wawancara dengan tim site visit Pushaka Kemenkeu, Palomes menjelaskan bahwa selama ini tidak ada anggaran khusus untuk sosialisasi e-Auction ke masyarakat sehingga untuk mempromosikan e-Auction dilakukan melalui brosur, banner, Focus Group Discussion (FGD) dan surat himbauan.

Beberapa kendala seperti gangguan jaringan internet dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang proses e-Auction menjadi perhatian khusus. Respon masyarakat sendiri menurut Palomes cukup baik, namun bagi peserta yang baru pertama kali mengikuti lelang melalui e-Auction kadang kala harus dijelaskan berulang-ulang dari tahap pendaftaran sampai dengan menyetor uang jaminan mengingat tidak semua orang familiar dengan IT (Informasi dan Teknologi).

(Teks & Foto: Duja)

Foto-foto terkait berita :

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap berita ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :