Kabar Gembira, Kini Pengelolaan Aset Lebih Mudah, Cepat, dan Akurat


Diunggah oleh : Qori Kharismawan Tanggal : 14 Agustus 2014 Update : 18 Agustus 2014, pukul 12:46 Dibaca : 2.048 kali
Kabar Gembira, Kini Pengelolaan Aset Lebih Mudah, Cepat, dan Akurat

Jakarta - Kemajuan teknologi dan informasi harus diimplementasikan ke dalam pengelolaan aset negara. Pengelola aset dituntut untuk membuat alat bantu dalam pengelolaan aset negara berbasis teknologi informasi. Implementasi ini akan mengarahkan proses pengelolaan aset negara yang semula masih manual ke arah pengelolaan yang otomatis dan berbasis digital.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebagai pengelola aset negara terus berusaha menyempurnakan tata kelola aset ke arah yang lebih mudah, cepat, dan akurat. Sebagai bentuk implementasinya, DJKN memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) dalam workshop SIMAN Kementerian dan Lembaga Gelombang I dan II, 13-14 Agustus 2014 di Jakarta. Workshop ini diikuti oleh perwakilan dari 44 kementerian dan lembaga pada tiap gelombang.

Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Encep Sudarwan menyampaikan bahwa SIMAN merupakan sistem baru yang fungsinya lebih mengarah kepada pengelolaan aset negara. Berbeda dengan SIMAK BMN yang mengarah kepada penatausahaan dan pelaporan aset negara, fungsi SIMAN lebih ke arah aspek manajemen penggunaan aset negara, seperti pemindahtanganan dan penghapusan aset negara. Adanya SIMAN diharapkan dapat memulai babak baru pengelolaan aset negara yang otomatis, digital, dan lebih efisien.

Saat ini, lanjut Encep, pengelolaan aset negara telah mencapai tahap penyempurnaan administrasi dan manajemen. Beberapa tahun yang lalu, pemerintah masih sibuk untuk melakukan inventarisasi dan penilaian atas aset negara, melengkapi administrasi dan berkas-berkasnya. Sekarang, babak baru pengelolaan telah dimulai dengan optimalisasi pengelolaan aset negara agar berkontribusi bagi perekonomian nasional.

Penerapan SIMAN masih dalam tahapan pilot project. Bulan September mendatang, SIMAN diharapkan sudah beroperasi pada beberapa kementerian dan lembaga yang memiliki data aset tidak terlalu besar. Pilot project ini beroperasi sebelum SIMAN diimplementasikan secara keseluruhan di seluruh satuan kerja kementerian dan lembaga di tahun 2015.

Selain pengelolaan aset negara yang lebih mudah, cepat, dan akurat, SIMAN diharapkan mampu menjadi sistem yang efisien. SIMAN sebagai bentuk digitalisasi pengelolaan aset negara akan mengurangi penggunaan berkas dan dokumen-dokumen dalam bentuk kertas. Hal ini tentunya selaras dengan kampanye go green yang saat ini sedang berlangsung.

Encep berharap agar semua hadirin mampu mengenal dan memahami lebih lanjut mengenai sistem baru ini. Direktur yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJKN Sumatra Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung ini menyarankan agar segera dibuat grup diskusi online untuk memudahkan para operator dalam mempelajari SIMAN. Sukses penerapan sistem ini berasal dari kerja sama DJKN dan Kementerian dan Lembaga serta kesungguhan untuk mencapai pengelolaan aset yang lebih baik.

Apa itu SIMAN?

Pada sesi berikutnya, Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi DJKN Acep Irawan menjelaskan lebih lanjut mengenai SIMAN. SIMAN merupakan aplikasi yang digunakan untuk mendukung proses pengelolaan BMN, yang meliputi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penatausahaan, penghapusan, dan pemindahtanganan aset negara berbasis internet yang dapat diakses oleh Penggelola dan Pengguna. Aplikasi ini bertujuan agar proses pengelolaan BMN menjadi lebih cepat, efisien, dan terdokumentasi secara digital. Dengan adanya SIMAN, proses pengelolaan BMN dapat dimonitor secara online oleh Pengguna dan Pengelola. SIMAN juga berperan sebagai media untuk melengkapi data BMN untuk kebutuhan manajemen aset. SIMAN berkerja dengan mengintegrasikan proses pengelolaan BMN ke dalam satu sistem.

Basis data yang digunakan untuk SIMAN berasal dari basis data SIMAK BMN. Basis data ini diunggah ke dalam server DJKN, sehingga pengguna membutuhkan koneksi internet untuk dapat menggunakan SIMAN. Asep menjelaskan bahwa kebutuhan internet ini lah yang membedakan SIMAN dengan SIMAK BMN. SIMAN merupakan aplikasi desktop berbasis internet yang menggunakan basis data tersentralisasi, sedangkan SIMAK BMN merupakan aplikasi desktop yang menggunakan basis data lokal di masing-masing komputer. Sebagai contoh, apabila pengguna barang ingin mengajukan permohonan pemanfaatan BMN, pengguna cukup mengunggah permohonan tersebut. Apabila DJKN selaku pengelola menyetujui permohonan tersebut, akan terbit SK persetujuan pemanfaatan melalui SIMAN.

Beberapa fitur yang ada pada SIMAN antara lain penyusunan perencanaan kebutuhan pengadaan dan pemeliharaan BMN; penyusunan permohonan Penggunaan, Pemanfaatan, Pemindahtanganan dan Penghapusan BMN; monitoring dan penelusuran aset; Penatausahaan BMN Yang Menjadi Underlying Asset SBSN; pengawasan dan pengendalian. Salah satu fitur yang cukup menonjol menurut Acep Irawan adalah kemampuan SIMAN untuk menandai BMN yang telah menjadi Underlying Asset SBSN.

Setelah penjelasan dan pengenalan SIMAN, acara dilanjutkan dengan proses instalasi, simulasi, dan penjelasan langsung kepada perwakilan Kementerian dan Lembaga oleh petugas-petugas dari Direktorat PKNSI.

Ditemui setelah acara, Zidni, salah satu peserta workshop dari Badan Pelaksana Pembangunan Suramadu berharap dengan adanya aplikasi baru ini proses rekonsiliasi BMN menjadi lebih mudah dan cepat, karena sifatnya yang langsung terhubung langsung (online) dengan server pusat DJKN. “Semoga SIMAN bisa mempermudah para satuan kerja dalam proses pengelolaan BMN,” terangnya.

Teks: Qori Kharismawan, Foto: Yudi, Putra, Pandu

Foto-foto terkait berita :

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap berita ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :