PELAYANAN LELANG

Instant Auction: Datang, Tawar, Bawa Pulang


Diunggah oleh : Paundra Adi R. Tanggal : 31 Agustus 2016 Update : 1 September 2016, pukul 10:47 Dibaca : 2.210 kali
Instant Auction: Datang, Tawar, Bawa Pulang

Jakarta – Datang, tawar, bawa pulang. Konsep itulah yang akan diusung dalam Instant Auction. Direktorat Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Instant Auction di Aula DJKN, Rabu (31/8).

Acara yang dibuka Direktur Lelang Lukman Effendi ini sengaja digelar untuk mendapatkan masukan dari praktisi lelang baik pejabat lelang kelas I, kelas II, dan balai lelang terkait konsep Instant Auction. “Frekuensi, pokok lelang dan bea lelang yang dihasilkan terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini artinya lelang makin diminati masyarakat, dan untuk menjawab antusiasme itu harus ada inovasi yang makin memudahkan masyarakat menggunakan lelang, dan akhirnya lelang jadi pilihan utama untuk melakukan jual-beli,” jelasnya.

Kepala Subdit Bina Lelang III N. Eko Laksito menjelaskan Konsep Instant Auction terinspirasi dari pasar mobil yang diadakan setiap hari minggu di kota-kota besar di Indonesia. “Jadi Instant Auction ini diarahkan agar masyarakat hafal (mengetahui-red) bahwa hari itu ada lelang, tinggal datang, tawar, menang, bawa pulang, karena sudah terjadwal rutin,” jelasnya. “Untuk lokasinya ditetapkan dan tidak berpindah-pindah, misalnya di KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang-red) atau di balai lelang di kota tersebut,” tambah Eko.

“Instan disini diartikan sebagai lelang yang disederhanakan prosesnya. Artinya lelang dilaksanakan berbeda dengan proses lelang pada umumnya dengan tujuan untuk efisiensi dan efektifitas pelaksanaan lelang serta lebih memasyarakatkan lelang sebagai pilihan utama jual beli barang.” Jelas Kepala Subdit Bina Lelang III N. Eko Laksito.

Untuk menyederhanakan prosedurnya lelang dilakukan rutin dan terjadwal pada tempat yang telah ditentukan dan dilakukan dengan cara sederhana, baik sederhana dalam permohonan, penawaran, pengumuman maupun pengadministrasian. Demikian Eko menjelaskan.

Dalam wacana ini penyederhanaan prosedur tersebut diantaranya Risalah Lelang dibuat dalam bentuk sederhana dan untuk barang yang terjual saja, tidak ada permohonan lelang secara formal ke penyelenggara lelang (KPKNL/Balai Lelang/Pejabat Lelang Kelas II), dan apabila barang yang dilelang berupa barang bergerak, maka uang jaminan dapat tidak diberlakukan.

Mengingat penyederhanaan prosedur yang berbanding terbalik dengan timbulnya risiko, Eko mengatakan perlu dilakukan mitigasi, verifikasi objek lelang  dan dipikirkan prosedur yang sederhana namun aman.

Eko mencontohkan di luar negeri, instant auction umum dilakukan baik untuk lelang konvensional maupun untuk lelang online. “ instant auction menjadi pilihan karena menghemat waktu dan biaya,” tambahnya.

Di masyarakat Jawa hari pasaran sudah lazim dikenal. Pada zaman dahulu khusus di hari itu penjual dan pembeli bertemu di suatu tempat yang rutin digunakan sebagai pasaran yang bisanya digelar seminggu sekali. Konsep inilah yang menjadi inpirasi Instant Auction. “Tidak usah diumumkan juga masyarakat sudah tahu di tempat tersebut diadakan lelang,” jelas Kepala Seksi Bina Lelang IIA Margono Dwi Susilo.

Tentunya pengesampingan pengumuman ini tidak dapat dilakukan pada objek tetap dan objek hak tanggungan, karena pengumuman lelang pada dua objek tersebut berfungsi sebagai pelaksanaan asas publisitas dimana orang lain yang merasa berkepentingan atau hak nya dirampas diharapkan tahu dan bisa mengajukan keberatan. “maka Instant Auction dikhususkan untuk Lelang Noneksekusi Sukarela dengan objek lelang diutamakan barang bergerak,” ujarnya.

Diskusi yang dimoderasi Kepala Seksi Bina Lelang IB Diki Zainal Abidin ini dihadiri Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta Encep Sudarwan, Kepala Kanwil DJKN Banten Nur Purnomo, para pejabat lelang di wilayah Jabodetabek, Perwakilan Ikatan Pejabat Lelang Indonesia dan I Perwakilan Ikatan Pejabat Lelang Kelas II Indonesia serta Perwakilan Himpunan Balai Lelang Indonesia.

Dari FGD tersebut baik pejabat lelang kelas I, Kelas II, regulator lelang, maupun Balai lelang mendukung konsep Instant Auction ini untuk segera dibuat payung hukum, standar prosedur dan pada akhirnya segera diaplikasikan. (uun)

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap berita ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :