PELAYANAN LELANG

E-Konvensional, Terobosan Baru Pelaksanaan Lelang


Diunggah oleh : Neni Puji Artanti Tanggal : 21 Maret 2017 Update : 23 Maret 2017, pukul 12:49 Dibaca : 743 kali
E-Konvensional, Terobosan Baru Pelaksanaan Lelang

Malang – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan lelang yaitu e-konvensional. Pelaksanaan lelang dengan sistem e-konvensional adalah pelaksanaan lelang konvensional dengan kehadiran peserta, namun penyetoran dan pengembalian uang jaminan lelang menggunakan virtual account sebagaimana mekanisme e-Auction. Hal ini didasarkan pada kemudahan, efisiensi, kepraktisan, dan keamanan yang melekat pada transaksi elektronik.

Hal tersebut terungkat saat Direktorat Lelang DJKN menggelar uji coba pelaksanaan lelang e-konvensional pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang pada Hari Kamis, 16 Maret 2017. Acara ini dilaksanakan di ruang rapat KPKNL Malang dan bekerja sama dengan  PT. Bank Mandiri  (Pesero) Cabang Jaksa Agung Suprapto Malang. 

Lelang yang dilaksanakan adalah Lelang Non Eksekusi Sukarela barang bergerak yang diajukan oleh Fitria Ayuningtyas. Pada pelaksanaan Lelang e-konvensional, seluruh peserta wajib memiliki akun pada website lelang DJKN. Secara otomatis, peserta lelang juga wajib mendaftarkan data rekening guna kepentingan penyetoran dan pengembalian uang jaminan.

Pelaksanaan lelang e–Konvensional ini diikuti oleh 14 peserta. Setelah lelang dibuka oleh Pejabat Lelang Afifudin Nurfatoni, peserta lelang melakukan registrasi untuk memastikan identitas telah sesuai dengan peserta yang hadir. Proses registrasi membutuhkan data dan dokumen yang lebih sederhana dibandingkan dengan registrasi lelang konvensional.

Sebagaimana lelang elektronik, pengumuman Lelang e-konvensional selain dipublikasikan melalui media sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, juga dipublikasikan di website resmi lelang DJKN. Setelah proses awal verifikasi identitas, calon peserta yang akan mengikuti lelang dapat memilih obyek lelang yang dikehendaki dan mendapatkan virtual account. Verifikasi pembayaran uang jaminan lelang akan dilakukan secara otomatis oleh sistem perbankan karena saat ini sistem antar server DJKN dan Bank Persepsi mitra lelang telah terhubung satu sama lain (host to host).

Kelebihan sistem pembayaran uang jaminan lelang e-konvensional ini adalah peserta lelang dapat melakukan penyetoran uang jaminan kapanpun dan dimanapun tanpa terikat jam operasional bank. Apabila website resmi lelang DJKN mengalami gangguan, maka virtual account bisa didapatkan secara langsung di KPKNL penyelenggara lelang. Setelah pembayaran uang jaminan terverifikasi, peserta dapat mencetak tiket lelang yang di dalamnya tertera data peserta, informasi obyek lelang, dan kode QR yang nantinya dapat dipindai oleh Pejabat Lelang / Bendahara Penerimaan.

Pada uji coba ini, dilakukan eksplorasi permasalahan dan kendala apa yang berpotensi timbul dari penerapan Lelang e-konvensional baik dari sisi hukum maupun sisi praktik di lapangan. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi permasalahan agar pelaksanaan Lelang e-konvensional, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Fitria Ayuningtyas selaku penjual mengharapkan proses registrasi dapat dilakukan dengan lebih efektif agar waktu pelaksanaan lelang dapat lebih cepat. Hal ini sesuai dengan semangat pelaksanaan e-Auction maupun Lelang e-konvensional yang mengharapkan tingkat efektivitas dan efisiensi semakin optimal.

Pada tempat yang sama, salah satu peserta lelang, Gatit Wiludjeng Subandijah menyampaikan harapannya agar peserta lelang diberikan informasi yang memadai berkenaan dengan tata cara pelaksanaan Lelang e-konvensional. Sementara itu, Bendahara Penerimaan berharap ditingkatkannya keamanan sistem pengelolaan uang jaminan untuk menghindari kesalahan penyetoran oleh peserta lelang. (narasi : Neni Puji Artanti/ foto : Hilda)

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :