DTSS ASSET AND DEBTOR TRACING

DJKN Bekali Pegawainya Ilmu Asset and Debtor Tracing


Diunggah oleh : Niko Prastiya Tanggal : 12 Februari 2016 Update : 12 Februari 2016, pukul 11:54 Dibaca : 1.183 kali
DJKN Bekali Pegawainya Ilmu Asset and Debtor Tracing

Tangerang Selatan - Pelajaran utama yang dapat dipetik dari diklat asset and debtor tracing yang dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2016 sampai dengan 5 Februari 2016 pada Pusdiklat KNPK, bahwa sukses hanya dapat diraih jika bekerja sama.  

Demikian yang didapat oleh para peserta dari pengalaman yang dibagikan dalam pelaksanaan asset and debtor tracing dalam tindakan penagihan pajak; analisis transaksi, asset tracing, dan tipologis Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh Pusat Pelaporan Anlisa Transaksi Keuangan (PPATK); teknik pencarian aset dan orang terkait tindak pidana oleh Kepolisian; teknik asset tracing dan recovery terhadap tersangka tindak pidana korupsi pada Satgas pelacakan aset KPK; strategi dan teknik penelusuran aset oleh Kejaksaan Agung; dan teknik digital forensic oleh Avinanta Tarigan.

Peserta diklat asset and debtor tracing yang berasal dari lingkungan DJKN maupun dari Pusdiklat KNPK dengan antusias menggali ilmu dari pengalaman para pengajar dalam melakukan asset and debtor tracing di unit masing-masing. Berbagai konsep dasar dalam asset and debtor tracing seperti structuring, smurfing, trade base money laundering diajarkan. Ditekankan juga, bahwa masing-masing orang mempunyai profile dan pola tertentu dalam kepemilikan dan penggunaan aset. Dengan mempelajari profile dan pola dapat dikenali kemungkinan kepemilikan asetnya. Oleh karena itu, seorang asset and debtor tracer akan selalu ‘follow the money/asset’.

Kegiatan ini disimulasikan oleh pengajar dari KPK dengan memberikan berbagai informasi terbatas dan peserta diminta untuk menelusuri aset hasil tindak pidana berdasarkan informasi yang tersedia. Dari hasil simulasi tersebut terlihat, bahwa diperlukan ketekunan, ketelitian, dan kerja sama antar instansi, agar dapat dilakukan asset and debtor tracing secara baik.

Selain kegiatan penelusuran dengan ‘follow the money/asset’, peserta juga dibekali kemampuan digital forensic. Digital forensic dilakukan terhadap data elektronik yang mungkin dapat diperoleh dalam pelaksanaan asset and debtor tracing. Menggunakan perangkat lunak yang dibagikan, peserta dapat mengetahui apakah suatu file masih utuh atau telah diubah isinya, bahkan dibekali kemampuan untuk mencari data dalam perangkat elektronik yang sudah dihapus.

Sebelum diklat ditutup, Direktur PNKNL Purnama T. Sianturi, memberikan ceramah current issues, dengan menginformasikan, bahwa saat ini sedang dilakukan revisi terhadap PP Nomor 14 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah dan PMK Nomor 128/PMK.06/2007 tentang Pengurusan Piutang Negara sebagaimana terakhir diubah dengan PMK Nomor 48/PMK.06/2014. Salah satu pokok perubahan terkait pemeriksaan, bahwa Kantor Pelayanan dapat meminta bantuan Kanwil untuk melaksanakan ataupun membantu dalam pelaksanaan pemeriksaan. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan asset and debtor tracing yang baik di lingkungan DJKN.

Purnama T. Sianturi menyampaikan program pengurusan Piutang Negara di tahun 2016 yang mengutamakan pengurangan outstanding dengan pengumuman panggilan kepada debitur, pencegahan, dan pemblokiran rekening debitur, serta pengurangan BKPN melalui PSBDT pengurusan piutang rumah sakit dan BPJS. Hal ini dimungkinkan dengan adanya perubahan PMK 128/PMK.06/2007 sebagaimana terakhir diubah dengan PMK Nomor 48/PMK.06/2014 yang sedang dibahas di Biro Hukum, dengan mempermudah persyaratan PSBDT. (Penulis/fotografer:Arief Widodo/Dit PNKNL)

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :