KUNJUNGAN KERJA

Dirjen KN Beri Arahan di Kanwil DJKN Jawa Barat


Diunggah oleh : Paundra Adi R. Tanggal : 20 Januari 2017 Update : 23 Januari 2017, pukul 15:18 Dibaca : 1.566 kali
Dirjen KN Beri Arahan di Kanwil DJKN Jawa Barat

Jumat (20/1/2017) Direktur Jenderal Kekayaan Negara Sonny Loho melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Barat (Kanwil DJKN Jabar).

Dalam arahannya Sonny mengapresiasi capaian dan inovasi yang telah dilakukan Kanwil DJKN Jabar dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di wilayah Jawa Barat yang sebelumnya telah dipaparkan Kepala Kanwil DJKN Jawa Barat Nuning S.Wulandari.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara mengharapkan jajaran DJKN terus memacu semangat kerjanya.  Sonny mencontohkan utilisasi Barang Milik Negara (BMN) 2016 secara nasional mencapai 63% dari target yang ditetapkan yaitu 40%.”Target  utilisasi BMN 2017 sebesar 70% adalah tantangan yang realistis mengingat 2016 kita (DJKN-red) bisa melampaui target,” ucapnya.

Lebih lanjut Dirjen Kekayaan Negara mengharapkan Kanwil DJKN Jabar juga dapat mewujudkan harapan Menteri Keuangan untuk menjadikan DJKN sebagai pendukung fiskal melalui pengelolaan aset dan kekayaan negara.

Soni mengatakan sebagai pengelola aset negara DJKN harus memacu bagaimana aset tidak hanya bisa dipakai pemiliknya namun bisa meningkatkan penerimaan negara.

“Sewa untuk aset bmn yang hasilnya 100% disetor ke kas negara terlihat bagus namun kurang menarik bagi kementerian atau satker (satuan kerja-red) yang memilikinya,” kata Sonny. Untuk itu Sonny mengatakan saat ini DJKN sedang mengusulkan agar hasil sewa BMN tidak semuanya disetor ke kas negara namun bisa sebagian digunakan untuk satuan kerja yg menyewakan aset tersebut.

“Ini akan menarik karena tidak hanya menambah PNBP (penerimaan negara bukan pajak-red), namun satker yang menyewakannya juga mendapat kontribusi, sehingga mereka diharapkan aktif dengan sendirinya.  Namun koridor peraturan dan pengawasannya perlu dipersiapkan dengan matang agar tidak terjadi penyelewengan,” jelas Sonny.

Pembangunan infrastruktur yang digalakkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo membutuhkan kerja keras semua pihak, untuk itu Sonny berharap pemanfaatan aset di kementetian/lembaga harus benar-benar diperhatikan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. “kalau bisa pemanfaatkan itu mendatangkan pnbp itu lebih baik, jadi tidak hanya mendukung tusi (tugas fan fungsi-red),” tutur  Sonny.

Sonny mengatakan aset negara tidak hanya sebagai penunjang tugas dan fungsi penyelenggaraan negara. Ia mengatakan  aset yang digunakan sebagai underlying sukuk akan dtingkatkan, selain itu banyak aset underlying tapi masih memakai nilai lama.

Lebih lanjut Sonny mengungkapkan pada neraca hutang dicatat dengan nilai atau kurs terkini sedangkan aset masih dicatat memakai nilai lama yg belum direvaluasi, hal ini tentu tidak mencerminkan kondisi keuangan negara secara fair.

Dengan nilai revaluasi nilai aset untuk underlying bisa lebih tinggi dan negara bisa memperoleh dana dari sukuk lebih besar.

Para pegawai DJKN dimanapun berada harus peka terhadap kondisi ekonomi makro di Indonesia maupun dunia. “Itu akan membuat kita jadi paham bagaimana mengambil kebijakan. Misalnya ada aset negara disewakan saat kondisi ekonomi sedang turun, bagaimana triknya supaya investor tetap tertarik,” ujarnya. Saat ini dunia termasuk Indonesia sedang menunggu bagaimana trump effect dan bagaimana dampak pertumbuhan ekonomi cina yang tadinya dua digit menjadi satu digit. Demikian sonny menjelaskan. “Indonesia menargetkan masuk dalam 7 besar negara  dengan ekonomi  tertinggi di 2030.” jelasnya.

Selain pemanfaatan aset idle, dalam kunjungannya Sonny juga meminta para pengelola aset di DJKN peka pada aset bersejarah. Ia meminta agar aset itu tidak hanya dijaga dan dilestarikan namun harus dioptimalkan misalnya dengan menjadikannya objek wisata. “Banyak situs-situs bersejarah yang ada di bawah kementerian namun belum dikelola dengan optimal. Kita harus mencontoh beberapa negara yang sudah mengoptimalkan aset bersejarahnya, misalnya di Perancis.

Sonny mengatakan perlu bagi jajaran DJKN untuk terus meningkatkan reputasi dan menjaga integritas kementerian keuangan. Adanya beberapa kasus yang mencoreng kementerian keuangan harus diwaspaidai dan meminta pegawai untuk saling mengingatkan atau melaporkan apabila ada oknum yg tindakannya bisa mencoreng integritas  kementerian keuangan.

Selanjutnya Sonny mengatakan perlu dibentuk sebuah saluran komunikasi yang memungkinkan seluruh jajaran djkn di seluruh indonesia bisa saling terhubung. Mudah dijangkau dari level pimpinan sampai pelaksana.

Soni hadir didampingi Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Dedi Syarif, Kepala Bagian Umum Partolo dan rombongannya. Pada kesempatan itu Sonny juga meresmikan tiga bangunan yang akan digunakan mendukung tugas dan fungsi Kanwil DJKN Jawa Barat,  masing-masing Griya Kanara yang akan digunakan sebagai Mess Kanwil DJKN Jawa Barat, Griya Bandha Rakca sebagai rumah negara KPKNL Tasikmalaya, dan Graha Bandha Rakca sebagai ruang serbaguna KPKNL Bogor.  Selain itu Dirjen Kekayaan Negara juga melakukan kunjungan ke PT Pindad (Persero) untuk memonitor Penyertaan Modal Negara yang sudah digelontorkan pemerintah kepada BUMN produsen Panser Anoa tersebut.

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap berita ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :