PENGELOLAAN KINERJA

Persiapkan Revenue Center, KPKNL Bengkulu Perbanyak Supervisor TIK


Diunggah oleh : Budi Prasetyo S.i.kom. Tanggal : 28 Februari 2017 Update : 28 Februari 2017, pukul 15:22 Dibaca : 551 kali
Persiapkan Revenue Center, KPKNL Bengkulu Perbanyak Supervisor TIK

Tangerang Selatan – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu mengirimkan pegawainya mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Kepala KPKNL Bengkulu Tredi Hadiansyah mengatakan penting  bagi pegawai untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi menuju revenue center. Untuk itu pihaknya kembali mengirimkan pegawai mengikuti diklat yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bekerjasama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan ini. KPKNL Bengkulu telah memiliki 3  Supervisor TIK.

Membuka Diklat TIK, Kepala Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan (KNPK) Lalu Hendry Yujana  dalam sambutannya mengatakan untuk membangun bidang TIK, DJKN dihadapkan pada sejumlah tantangan salah satunya sumber daya manusia, baik dari jumlah, kompetensi, maupun komitmen. Lalu berharap dengan adanya diklat Supervisor TIK Pemula ini dapat menjadi salah satu solusi menjawab tantangan DJKN menjadi revenue center, selain itu juga menciptakan data aset negara atau Barang Milik Negara (BMN) yang kredibel. DTSS Supervisor TIK Pemula merupakan program capacity bulding bagi seluruh sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Selain membuka diklat, Lalu juga memberikan ceramah diantaranya menyampaikan arahan Menteri Kuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN). “Masih banyak BMN (Barang Milik Negara-red) yang menganggur, under utilize, serta pemakaiannya yang tidak efeketif dan tidak efisien”, ungkap Lalu. Pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris DJKN tersebut juga menambahan arahan Menteri Keuangan terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan DJKN harus mampu menjadi Revenue Center.

“Saat ini DJKN terus membangun transformasi dari paradigma tradisional sebagai aset administrator menjadi paradigma revenue center sebagai asset manager atau enterpreunership,” terang Lalu.

Salah satu dari bentuk enterpreunership tersebut adalah Information Technology (IT) Based yang meliputi IT innovation (e-Business dan e-Commerce) dan komunikasi.

Kepala Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional (PDLO) Kantor Pusat DJKN Sunu Subroto memberikan ceramah terkait peranan Supervisor TIK DJKN. Sunu memaparkan diantaranya pendayagunaan PIC dan supervisor TIK, serta pola koordinasi yang terus dibangun. Sunu mengharapkan adanya sinergi antara PIC TIK di Pusat, supervisor TIK Kantor Wilayah DJKN, dan supervisor TIK KPKNL.

Diklat ini diikuti 25 peserta dari beberapa KPKNL di Indonesia  dengan materi diajarkan antara lain Sistem Informasi Manajemen, pengetahuan perangkat keras dan perangkat lunak, pengelolaan jaringan tingkat dasar, dan dasar-dasar sistem operasi. Disertai ujian di masing-masing materi tersebut. Diklat dijadwalkan berlangsung selama 10 hari dari tanggal 20 Februari s.d. 3 Maret 2017 ini (Budi Prasetyo/Tsabit Turmudzi/DJKN)

Foto-foto terkait berita :

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap berita ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :