SOSIALISASI E-AUCTION DAN SIMAN DI KPKNL PAREPARE

Bone dan Soppeng Siap e-Auction dan SIMAN


Diunggah oleh : Gery Satrio Nugroho Tanggal : 2 Oktober 2015 Update : 5 Oktober 2015, pukul 18:00 Dibaca : 755 kali
Bone dan Soppeng Siap e-Auction dan SIMAN

Bone – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Parepare melaksanakan Sosialisasi penggunaaan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) dan e-Auction. Sosialisasi dilaksanakan 2 hari 29 - 30 September 2015 di aula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kabupaten Bone. Acara ini dihadiri oleh 91 peserta yang merupakan perwakilan Satuan Kerja (satker) Kementerian Lembaga (K/L) di Kabupaten Bone Soppeng.

Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala KPKNL Parepare Sofyan yang  didahului pengarahan dari Wakil Ketua STAIN Bone Andi Nuzul. Andi Nuzul berpesan kepada para peserta sosialisasi agar mengikuti sosialisasi secara tertib sehingga tujuan dari pembelajaran khususnya tatacara rekonsiliasi BMN dengan menggunakan aplikasi SIMAN dan penggunaan aplikasi lelang e-Auction dapat tercapai. Sofyan dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlunya aplikasi SIMAN dalam melaksanakan rekonsiliasi BMN yang mana manfaatnya sangat baik, mudah diakses oleh Satker sehingga rekonsiliasi dapat dilaksanakan tanpa harus datang di KPKNL. Oleh karena itu, Sofyan berpesan agar peserta yang hadir bisa memanfaatkan momentum ini untuk memahami aplikasi SIMAN sehingga pada semester II tahun 2015 seluruh satker dapat melaksanakan rekonsiliasi data BMN dengan menggunakan aplikasi SIMAN.

Begitu pula dengan Aplikasi Lelang e-Auction yang  merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk melaksanakan lelang tanpa kehadiran peserta dan dilakukan secara online. Selain itu lelang e-Auction bertujuan untuk menjaga keamanan dan identitas pembeli serta mempermudah peserta lelang untuk menawar barang yang dilelang. Peserta dapat mengikuti lelang di masa saja tanpa terjadi pertemuan antara peserta lelang, pejabat lelang dan pejabat penjual. Sofyan berharap dan menyarankan kepada seluruh satker untuk memanfaatkan aplikasi lelang e-Auction dalam rangka pemindahtanganan BMN dengan tindak lanjut penjualan.

Sosialisasi dimulai dengan pemaparan e-Auction oleh Ersandy Rumansjah selaku Pejabat Lelang KPKNL Parepare, Ersandy mengemukakan e-Auction membuat lelang lebih mudah, dapat diakses dimanapun dan kapanpun, lebih efisien, kompetitif dan adil. e-Auction tidak  membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi, lebih cepat karena penawaran lelang langsung diterima dalam hitungan detik saja, selain itu e-Auction lebih praktis karena peserta lelang dapat mengikuti lelang dari dan dimanapun berada serta peserta lelang tidak perlu hadir dalam pelaksanaan lelang, yaitu lelang email dan lelang internet.

Pemaparan dilanjutkan mengenai Aplikasi SIMAN yang dibawakan oleh Abdul Wahab selaku narasumber dari Seksi PKN KPKNL Parepare. Wahab mengemukakan gambaran umum tentang Aplikasi SIMAN, Aplikasi ini adalah aplikasi berbasis web/internet dengan menggunakan database terpusat di Jakarta yang dapat menampung data BMN seluruh Satker Kementerian/Lembaga serta dapat diakses oleh seluruh satker Kemanterian/Lembaga sesuai kewenangan masing-masing. Wahab menambahkan, keunggulan Aplikasi SIMAN adalah merupakan aplikasi digitalisasi dokumen asset, mengurangi panggunaan kertas, mempermudah pencarian Dokumen/Berkas, data valid dan terkini karena realtime.
Wahab melanjutkan, Aplikasi SIMAN tidak  menggantikan Aplikasi SIMAK BMN, namun melengkapinya, di aplikasi SIMAK BMN tetap dipakai satker untuk menginput transaksi BMN misalnya : pengadaan, pembelian dan lain-lain. Kemudian data dari aplikasi SIMAK BMN di upload ke aplikasi SIMAN pada saat Rekonsiliasi/pemutahiran data.

Wahab menjelaskan perbedaan proses rekonsiliasi menggunakan SIMAN dengan sebelum menggunakan aplikasi SIMAN. Dahulu data dari SIMAK (Satker) dikirimkan ke KPKNL untuk dilakukan rekonsiliasi menggunakan aplikasi Modul KN. BAR Rekonsiliasi di cetak melalui aplikasi Modul KN. Sekarang : data dari SIMAK (Satker) di upload ke aplikasi SIMAN (dilakukan oleh satker sendiri tanpa datang ke KPKNL) kemudian di aplikasi SIMAN satker mengajukan Rekonsiliasi. Di SIMAK Pengelola (KPKNL) menyetujui dan memberikan No. BAR, kemudian Satker mencetak BAR, di tandatangani dan dikirim kembali ke KPKNL.

Di dalam Aplikasi SIMAN, Satker harus melengkapi dan meng-upload data BMN misalnya : Dokumen kepemilikan, dokumen pengadaan BMN, SP2D, Foto, koordinat GPS, Data/Foto pemakai BMN, dll.  Seluruh proses dilakukan secara mandiri oleh Satker tanpa datang ke KPKNL.

Setelah itu, Wahab memandu penginstalan aplikasi SIMAN tersebut bagi satker yang belum menginstalnya. Sedangkan peserta yang sudah menginstal aplikasi SIMAN dipandu untuk update aplikasi SIMAN ke versi yang terbaru. Aplikasi yang diinstal adalah aplikasi SIMAN versi terbaru, yakni versi 2.07 serta plugin yang terbaru.

Setelah aplikasi SIMAN terinstal, Wahab kemudian memandu seluruh peserta untuk meregistrasikan dan kemudian login ke user masing-masing Satker. Wahab menjelaskan bahwa menu-menu yang terdapat dalam aplikasi SIMAN telah mendukung Satker untuk dapat melakukan rekonsiliasi data BMN secara mandiri. Untuk rekonsiliasi kedepannya, masing-masing Satker dapat mencetak BAR langsung dari aplikasi dan dikirim ke Kanwil untuk verifikasi dan penomorannya. Sebelumnya, proses ini lah yang biasanya dikerjakan oleh seksi PKN pada saat rekonsiliasi data BMN dengan menggunakan aplikasi Modul KN.

Di penghujung pemaparannya Wahab menjelaskan tentang kewajiban Satker untuk melakukan Rekonsiliasi BMN memakai aplikasi SIMAN pada Rekonsiliasi Semester II tahun 2015 pada bulan Januari 2016. Oleh karena itu Satker wajib untuk mengenal dan mengoperasikan Aplikasi SIMAN. (Penulis/foto: Dian Ardiansyah, Akhwan Prayogi / Dian- Seksi PKN)

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :