OPTIMALISASI LELANG

Bidik Aset Tidak Produktif, Direktorat Lelang Buka Forum Diskusi dengan BUMN


Diunggah oleh : Andi Al Hakim Tanggal : 15 Maret 2017 Update : 21 Maret 2017, pukul 19:49 Dibaca : 1.112 kali
Bidik Aset Tidak Produktif, Direktorat Lelang Buka Forum Diskusi dengan BUMN

Jakarta - Direktorat  Lelang mengadakan sosialisasi dan forum diskusi dengan kalangan BUMN pada Selasa, 14 Maret 2017.

Bertemakan "Lelang Terhadap Aset BUMN Yang Tidak Produktif Dalam Rangka Efisiensi Pengelolaan Aset BUMN", acara dihadiri oleh 43 perwakilan BUMN.

Dalam sambutannya, Direktur Lelang Lukman Effendi menyatakan pentingnya efisiensi pengelolaan aset pada BUMN, khususnya aset tidak produktif. “Tata kelola yang tidak baik, dapat menjadikan cost lanjutan bagi BUMN, dan menjual melalui lelang merupakan cara meminimaliasi cost tersebut” jelas Lukman. Selain itu, Lukman juga menegaskan bahwa dengan menjual melalui lelang tentunya  menguntungkan bagi BUMN karena cost aset tidak produktif tersebut dapat hilang dan perputaran aset tetap terjaga.

Pada kesempatan tersebut, Lukman juga menyampaikan harapan agar sinergi di antara Kementerian Keuangan dan BUMN tetap terjalin. “Koordinasi sudah terjalin lama, semoga lebih baik dan lebih komprehensif” tegasnya.

Untuk mendapatkan informasi yang berimbang mengenai penghapusan pada BUMN, acara dilanjutkan dengan paparan materi dari Asisten Deputi Layanan Hukum Kementerian BUMN Dwi Ary Purnomo. Di awal paparannya, pria kelahiran tahun 1975 ini  menyampaikan bahwa Kementerian BUMN telah mengeluarkan pedoman penghapusan aset bagi BUMN dan pedoman pendayagunaan aset tetap BUMN, yaitu Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor 2/MBU/2010 dan Peraturan Menteri BUMN Nomor 13/MBU/09/2014.

Dwi juga memberikan gambaran bahwa penghapusbukuan dapat berupa penjualan, tukar menukar, ganti rugi, aktiva tetap dijadikan penyertaan modal dan cara lain selain keempat cara tersebut. “Persetujuan penghapusbukuan dan pemindahtanganan aktiva tetap diajukan dari Direksi kemudian ke Dewan Komisaris/Dewan Pengawas, dan dilanjutkan ke RUPS/Menteri BUMN” tegasnya.

Pada kesempatannya Kasubdit Bina Lelang III Nunung Eko Laksito menyampaikan prosedur dan pelaksanaan Lelang Aset tidak produktif pada BUMN secara garis besar. Eko juga menggambarkan manfaat yang diperoleh dalam penjualan melalui lelang.

Dalam diskusi yang dimoderatori Diki Zaenal Abidin ini, beberapa peserta menanyakan terkait dokumen persyaratan lelang dan nilai limit. Pertanyaan dijelaskan dengan gamblang oleh Eko. Beberapa perwakilan BUMN juga menggunakan kesempatan untuk menanyakan pengelolaan aset pada BUMN. Rini Widyastuti, Kepala Bagian Layanan Hukum Kementerian BUMN menegaskan, terlepas bahwa BUMN merupakan bagian dari Kekayaan Negara, tata kelola telah diatur sesuai dengan peraturan Menteri yang dikeluarkan oleh BUMN. “Sudah seyogyanya BUMN melakukan tata kelola aset yang baik, sehingga aset tidak produktif terkelola dengan baik sehingga tidak menjadi beban bagi BUMN” tegas Rini. Teks: Faisal Bakhtiar. Poto : Ryan/Andi

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :