KUNJUNGAN KERJA DIREKTUR LELANG DJKN

Bersama Wujudkan Lelang yang Efektif Efisien dan Akuntabel


Diunggah oleh : Evelyn Linda Susanti Tanggal : 24 Oktober 2016 Update : 24 Oktober 2016, pukul 17:12 Dibaca : 1.043 kali
Bersama Wujudkan Lelang yang Efektif Efisien dan Akuntabel

Jakarta – Kamis, 20 Oktober 2016, Direktur Lelang, Lukman Effendi, didampingi oleh Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Bina Lelang II Anton Listyanto, Kasubdit Bina Lelang III Nunung Eko Laksito dan staf, melakukan kunjungan kerja dalam rangka koordinasi ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Rombongan diterima oleh Senior Executive Vice President Special Asset Management Tony Eko Boy Subari, didampingi oleh Senior Vice President Special Asset Management 2 Group Yuddy Renaldi, serta beberapa wakil dari Department Head, Legal Department dan Kepala Kantor Operasional.

Agenda utama pertemuan adalah menindaklanjuti hasil pertemuan sebelumnya antara Direktorat Lelang dengan kalangan Perbankan pada 19 Mei 2016 yang membahas Lelang Hak Tanggungan dan permasalahannya. Pada pertemuan tersebut telah disampaikan kepada Bank Mandiri  hasil capaian lelang dari jenis lelang hak tanggungan untuk tahun 2015. Persentase lakunya obyek lelang yang dimohonkan oleh Bank Mandiri sebesar 9,48 % atau sebesar Rp282.87 miliar dibandingkan dengan penerimaan keseluruhan dari jenis lelang hak tanggungan yaitu sebesar Rp2,58 triliun.

Lukman Effendi menyebutkan bahwa berdasarkan data yang ada, barang jaminan yang dilelang dengan nilai limit di atas nilai wajar/pasar sangat jarang laku terjual. Akhirnya, lelang harus dilaksanakan beberapa kali atas objek yang sama sebagai upaya menurunkan nilai limit menuju nilai likuidasi. Lelang menjadi tidak efektif dan efisien, menelan biaya, waktu dan tenaga yang lebih besar. Perlu sebuah terobosan agar lelang lebih efisien dan efektif. Atas apa yang disampaikan Direktur lelang tersebut, pihak Bank Mandiri akan mempertimbangkan lebih lanjut.

Pada kesempatan itu, Toni Eko Boy menyampaikan bahwa pelaksanaan lelang e-Auction sangat membantu efektivitas dan efisiensi lelang, harga yang terbentuk dapat menjadi lebih optimal. Diinformasikan pula bahwa saat ini  pihak bank Mandiri telah menyusun daftar barang jaminan yang akan dilelang dengan portofolio sekitar Rp3,6 triliun tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Permohonan secara bertahap telah dan sedang dilakukan melalui KPKNL setempat.

Menanggapi rencana Bank Mandiri, Lukman Effendi mengarahkan agar Bank Mandiri segera melengkapi dokumen persyaratan lelangnya dan berkoordinasi dengan pihak KPKNL. Disampaikan pula oleh N. Eko Laksito bahwa beberapa Kanwil DJKN telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) dengan Pihak Perbankan, untuk lebih meningkatkan koordinasi dan kerjasama.

Pada pertemuan ini Lukman Effendi atas nama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)  menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerjasama dengan Bank Mandiri dalam kerjasama terkait validasi penyetoran Uang Jaminan Penawaran Lelang (UJPL) secara otomatis. Penggunaan virtual xccount diharapkan dapat lebih meminimalisasi risiko Bendaharawan Penerima ketika harus membukukan dan mengembalikan uang jaminan penawaran lelang, semua dilakukan langsung antar bank. Implemantasi penggunaan virtual account akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2016, bertempat di KPKNL Palembang.

Di penghujung  acara pertemuan, Tony Eko Boy menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja ini, dan akan menginstruksikan kepada unit kerja operasional PT Bank Mandiri untuk memperhatikan dan menindaklanjuti saran dan usulan yang disampaikan oleh DJKN. Diharapkan untuk kedepannya koordinasi antara PT Bank Mandiri dengan DJKN semakin baik, serta lelang yang dimohonkan oleh Bank Mandiri mampu memberikan hasil yang optimal. (Teks/Foto: Evelyn Linda)

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :