AISTENSI KPPC DJKN 2016

Asistensi KPPc 2016 KPKNL Bukittinggi: Penilaian Merupakan Potret dari Keseharian


Diunggah oleh : Hakim Setyo Budi Mulyono Tanggal : 28 April 2016 Update : 28 April 2016, pukul 19:29 Dibaca : 1.067 kali
Asistensi KPPc 2016 KPKNL Bukittinggi: Penilaian Merupakan Potret dari Keseharian

BUKITTINGGI – Pelayanan prima kepada stakeholder adalah budaya kerja Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bukitinggi. Pelayanan prima diterapkan sehari-hari bukan hanya pada saat adanya penilain Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc). Demikian disampaikan oleh Kepala KPKNL Bukittinggi Syukriah HG dalam sambutannya pada acara asistensi KPPc yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna KPKNL Bukittinggi (27/04). Tim asistensi untuk KPKNL Bukittinggi terdiri dari 2 orang yaitu Kepala Subbag Tata Laksana Bagian Organisasi dan Kepatuhan Internal Hardi Sumaryadi dan staf kantor pusat Ichwan Qaddafi Nazhif.

Apa yang diungkap oleh Syukriah di atas senada dengan pesan yang disampaikan Hardi dalam asistensinya. Hardi mengungkapkan bahwa penilaian KPPc 2016 bukan semata-mata perlombaan melainkan bisa menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan prima yang telah diterapkan sehari-hari itulah hakikatnya, yang harus diterapkan terus-menerus secara berkesinambungan. “Penilaian merupakan potret dari keseharian yang telah dilaksanakan oleh kantor peserta KPPc,” kata Hardi menegaskan.

Asistensi yang diberikan oleh tim kantor pusat adalah untuk peserta KPPc yang telah lolos 3 besar. Dalam asistensinya, Hardi juga memberikan masukan-masukan tentang apa saja yang perlu dipersiapkan KPKNL Bukittinggi menjelang penilaian KPPc. Hardi mengungkapkan bahwa penilaian KPPc menjadi agenda tahunan DJKN yang berdasar pada Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 dengan tujuan utama tercapainya kepuasan pengguna jasa atas pelayanan publik yang diberikan oleh kantor pelayanan. Saat ini ukuran kepuasan pengguna jasa tercermin dalam Indeks Kepuasan Masyarakat yang dilansir oleh lembaga independen, dan pelaksanaan KPPc akan memotret realitas atas pelayanan publik tersebut.

Pertemuan di Ruang Serbaguna KPKNL Bukittinggi ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan oleh Tim Asistensi KPPc. Mereka mengecek dokumen-dokumen yang berhubungan dengan KPPc, memeriksa ruang arsip masing-masing seksi, dan sekaligus memastikan adanya penatausahaan arsip yang memudahkan petugas untuk mencari arsip-arsip tersebut di ruang arsip. Tim Asistensi terkesan dengan penatausahaan arsip dengan sistem indeks yang telah diterapkan oleh KPKNL Bukittinggi. Dalam uji petik, mereka secara acak menyebut nama dokumen yang ingin dicari, dan kemudian petugas penata usaha arsip telah berhasil mengambil arsip dimaksud dari ruang arsip dalam tempo hanya 20 detik. “Kalau tidak salah, standard internasional untuk pencarian arsip adalah 2 menit,” kata Hardi sambil tersenyum.

Beberapa saran teknis dari Tim Asistensi juga menyangkut sarana dan prasarana, misalnya ketersediaan ruang untuk penyandang cacat fisik menyangkut kemudahan mereka untuk memasuki area pelayanan terpadu (APT) dan toilet khusus difabel atau disabilitas. Namun yang tak kalah penting dari penilaian KPPc, menurut Hardi, adalah sumber daya manusia dari kantor peserta penilaian itu sendiri. Tentang hal ini, Hardi mengungkapkan bahwa antusiasme jajaran pegawai KPKNL Bukittinggi telah cukup mengesankan dan disarankan untuk tetap dipertahankan meskipun tidak dalam perlombaan. Antusias adalah salah satu dari motto KPKNL Bukittinggi yang selengkapnya terangkum dalam kata GADANG (Gigih, Antusias, Dedikasi, Amanah, Nyaman, Good Governance). Motto tersebut dijabarkan sebagai berikut:

“KPKNL Bukittinggi senantiasa bekerja dengan GIGIH, penuh ANTUSIAS serta DEDIKASI tinggi dan memegang AMANAH untuk memberikan rasa NYAMAN pada pengguna jasa dalam rangka menciptakan GOOD GOVERNANCE

Rangkaian acara asistensi ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00. Diawali dengan basmalah dan diakhiri dengan hamdalah.

(Teks: Hakim SB Mulyono, Foto: Ilham Aldavi, Muhammad Japar Sidiq)

  • Media Sosial Kami :