Surpluskan Defisit Standar


Diunggah oleh : Amiruddin Daulay Tanggal : 5 Januari 2016 Update : 7 Januari 2016, jam 15:59 Dibaca : 1.336 kali
Surpluskan Defisit Standar

 

Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan) merupakan pedoman bagi setiap pegawai Kementerian Keuangan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dengan kata lain, Implementasi Nilai-Nilai Kementerian Keuangan telah menjadi standar bagi setiap pegawai Kementerian Keuangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat/stakeholders. Namun seiring dengan berjalannya waktu, mungkin saja standar tersebut mengalami penurunan kualitas (defisit)  bahkan bisa jadi lebih parah lagi, standar itu akhirnya dianggap sebagai suatu keunggulan.

Beberapa waktu yang lalu dalam suatu acara di televisi swasta, seorang public figure yang dipuji sebagai pahlawan atas hal yang telah dilakukannya bagi negara, mengatakan ; “Integritas adalah hal standar, tapi mungkin karena kita begitu defisitnya maka hal-hal standar itu kemudian dihargai sebagai suatu keunggulan....begitupun hal yang saya kerjakan ini, sesuatu yang standar saja.”

 

Harapan kita tentunya kita tidak ingin, standar kita yaitu Nilai-Nilai Kementerian Keuangan menjadi defisit, untuk itu penulis mencoba merangkai dan berbagi semangat agar bersama-sama kita dapat mempertahankan eksistensi standar kita, sebagai berikut :

  1. Bagi yang tetap melaksanakan Nilai-nilai Kementerian Keuangan sebagai standarnya selama ini, "Keep up the good work guys", Percayalah, Anda Tidak Sendiri;
  2. "Just do the simple way, simply by following the rules". Baca aturan, pahami di hati dan laksanakan, dan nanti, seperti kata Mario Teguh : “Lihatlah apa yang akan terjadi”;
  3. Mari kita meningkatkan kapasitas, memantaskan diri kita dari sisi etika dan kompetensi, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi institusi, sampai ke suatu titik dimana bila institusi tidak menggunakan kita maka institusilah yang akan merugi
  4. When it comes to the job, There will be no tomorrow. There’s no tomorrow for us and it makes us dangerous people. (The Replacement, Keanu Reeves). Kalau soal pekerjaan jangan tunda-tunda, segera selesaikan, apabila telah selesai satu pekerjaan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh pekerjaan yang lain.
  5. Dengan track record gemilang yang dimiliki oleh Kementerian kita ini, Banyak pegawai lain bermimpi bisa menjadi pegawai di Kementerian Keuangan (khususnya di DJKN), karena itu mari kita bersyukur lebih banyak lagi. Bayangkan, "They just can dream of it but We live it !"
  6. Abraham Lincoln pernah mengatakan : “Jika Anda ingin menguji karakter sejati seseorang, berilah dia kekuasaan.” Dari level yang paling bawah sampai level yang paling atas, ada kekuasaan yang diberikan kepada kita dalam menjalankan tugas masing-masing. Sadar atau tidak, saat ini kita sedang diuji dan ujian itu sifatnya terus menerus. Tak perlu khawatir soal hasil ujiannya, bila kita  konsisten melaksanakan standar yaitu mengimplementasikan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan maka yakinlah karakter kita tidak akan pernah terkikis dan tak akan lekang oleh waktu. Semoga !
  7. Ada Institusi Pemerintah bahkan Pemerintah Daerah telah menerapkan pengawasan yang super ketat untuk meningkatkan kinerja pegawainya dan terbukti berhasil. Namun Super ketat dengan implikasi atas peningkatan kinerja adalah pencapaian yang biasa, yang luar biasa adalah tanpa pengawasan, aturan tetap konsisten dijalankan, pelayanan yang memuaskan bagi stakeholder dan kinerja terus meningkat performanya. Bila kita mampu melakukan hal yang luar biasa itu, aren’t we better

Di awal September 2015, Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brodjonegoro, mengatakan : “Jaga governance, jaga kekompakan, dan yang lebih penting adalah buktikan Kementerian Keuangan adalah institusi birokrasi yang terkemuka, dengan tingkat pelayanan yang tentunya memuaskan kepada seluruh stakeholders-nya.”

Sekali lagi, “Buktikan Kementerian Keuangan adalah institusi birokrasi yang terkemuka”!. Mari bersama-sama kita buktikan. Salah satu pengejawantahannya adalah konsisten terhadap standar pelayanan kepada publik yaitu mengimplementasikan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan dengan bersungguh-sungguh. Kalau anda defisit standar maka dengan semangat seperti yang disebutkan sebelumnya, segeralah sesuaikan, tapi oh tidak tunggu dulu, itu tahun lalu, tahun ini mari kita SURPLUSKAN DEFISIT STANDAR !

Last but not least, mari kembali ke standar dan lebih lagi, ingatlah kawan, kita bukan hanya sekedar pegawai Kementerian, kita pegawai Kementerian Keuangan, We are More ! We are DJKNers ! (Teks Amiruddin Daulay | KPKNL Bima) Inspired by Berita Satu,DBS To The Point, Top News Maker 2015, 29 Desember 2015, Dedicated to Ayahanda ZD/Kastopo

  • Media Sosial Kami :