NAMA BUKANLAH SESUATU YANG TANPA MAKNA


Diunggah oleh : Hakim Setyo Budi Mulyono Tanggal : 20 April 2016 Update : 12 Juli 2016, jam 09:33 Dibaca : 685 kali

Michael H. Hart, dalam bukunya berjudul 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, menempatkan Alexander yang Agung sebagai salah satu dari 100 tokoh tersebut. Alexander (The Great Alexander) yang lahir 3,5 abad sebelum kelahiran nabi Isa merupakan seorang raja dan pemimpin perang yang dalam hidupnya berhasil menaklukkan wilayah yang sangat luas. Itulah alasan kenapa namanya demikian masyhur di berbagai belahan dunia. Karenanya tak heran, namanya digunakan sebagai nama kota-kota di dunia. Misalnya di Italia ada kota bernama Alessandria. Di Alaska, namanya digunakan untuk nama pulau: Kepulauan Alexander. Namanya juga digunakan untuk menamai sebuah pulau di Antartica: Alexander. Tentu saja di Yunani juga ada nama kota serupa: Alexandroupolis.

Selain Alexandroupolis, di Yunani juga ada kota bernama Andros. Sementara itu sebuah pulau di Bahama juga bernama Andros. Kesamaan nama-nama ini, paling tidak kesamaan dalam akar katanya, menunjukkan bahwa sebuah nama bisa punya pengaruh cukup kuat sehingga tempat lain yang jaraknya jauh mungkin saja dinamai sama. Penamaan yang sama namun digunakan di belahan bumi yang berbeda juga ditunjukkan pada nama: Albany. Albany adalah nama sebuah kota di Australia, yang berada di tepi pantai selatan benua tersebut. Namun Albany juga nama sebuah kota di Amerika, yang berada di sebelah barat Boston.

Boston bukanlah satu-satunya kota yang bernama demikian, sebab di Inggris juga ada kota bernama Boston. Apakah kesamaan nama ini sebuah kebetulan? Alih-alih sebuah kebetulan, kesamaan nama ini lebih mungkin terjadi karena kesengajaan. Sejak Columbus menemukan dunia baru yang kelak bernama Amerika, penemuan ini diikuti oleh migrasi orang-orang Eropa (dan sebagian Afrika dan bangsa-bangsa lain) menuju ke sana. Sangat mungkin para pendatang inilah yang memberi nama kota-kota tersebut mirip dengan nama kota-kota mereka di Eropa. Sama dengan Boston, Birmingham dan Durham adalah nama-nama kota yang terdapat di Inggris maupun di Amerika. Norfolk juga merupakan nama kota di Inggris dan Amerika. Sementara, Newark di Amerika diambil dari nama kota Newark-on-Trent di Inggris. Pengaruh penamaan bisa juga terjadi sebaliknya, Amerika dulu yang menggunakan namanya barulah Inggris yang menirunya, misalnya nama kota Lincoln. Ada juga penamaan kota di Amerika yang meniru nama kota di Inggris dengan menambahkan frase New. Di Amerika terdapat kota bernama New York dan New Hampshire. Nama tersebut diambil dari nama kota York dan Hampshire, yang ada di Inggris.

Namun Inggris bukanlah satu-satunya negara di Eropa yang bermigrasi ke Amerika. Di Amerika, kita mendapati kota bernama Frankfort, yang berakar kata sama dengan nama kota Frankfurt di Jerman. Nama kota Maine di Amerika diambil dari nama kota Maine di Perancis. Yang unik, nama kota di Ukraina juga dipakai untuk nama kota di Amerika, yaitu Odessa.

Amerika yang kita bicarakan bukan hanya Amerika dalam batasan sebuah negara, namun Amerika sebagai sebuah benua yang meliputi Canada dan Amerika Latin secara keseluruhan. Misalnya Halifax yang merupakan nama kota di Inggris saat ini juga dipakai sebagai nama kota di Canada. Di Argentina kita menemukan kota bernama La Rioja, sebuah nama yang persis sama untuk menamai salah kota di Spanyol.

Spanyol memang pernah memiliki pengaruh kuat pada zaman penjajahannya. Itulah kenapa nama-nama kota di Spanyol seperti misalnya Granada saat ini juga dipakai sebagai nama kota di Nikaragua. Bahwa penjajahan meskipun bersifat agresi militer, biasanya juga mengandung infiltrasi budaya, termasuk di antaranya menamai kota di tempat jajahan dengan nama kota sang penjajah. Spanyol berhasil menamai sebuah kota di Argentina dengan nama Cordoba, sebuah kota di Ekuador dinamai Cuence, sebuah kota di Colombia dinamai Cartagena. Semua nama-nama itu adalah nama-nama kota di Spanyol. Bahkan nama kota Leon di Spanyol, juga dinamakan untuk nama kota di Meksiko dan di Nikaragua, dua negara jajahan Spanyol.

Selain karena penjajahan, penamaan yang sama pada dua tempat yang berbeda bisa juga dikarenakan alasan lain, bukan penjajahan namun lebih ke arah perluasan kekuasaan. Misalnya sebuah kepulauan di samudra Pasific diberi nama Bismark, yang merupakan nama kota di Amerika. Tampaknya Amerika hendak mengumumkan pada dunia bahwa kepulauan ini adalah wilayah kekuasaannya.

Kekuasaan yang luas memberi kesempatan kepada siapa saja untuk menamai sebuah wilayah baru dengan nama yang dia suka. Konon, setelah menguasai Mesir, Alexander Yang Agung memberi nama sebuah kota dengan namanya: Alexandria atau El-Iskandariya. Berbeda dengan pandangan Shakespeare, tampaknya bagi Alexander, nama bukanlah sesuatu yang tanpa makna.

  • Media Sosial Kami :