MANAJEMEN KEHUMASAN UNTUK MENDUKUNG QUICKWINS


Diunggah oleh : Suci Wulandari Tanggal : 9 Juli 2015 Update : 18 Agustus 2015, jam 10:08 Dibaca : 997 kali
MANAJEMEN KEHUMASAN UNTUK MENDUKUNG QUICKWINS

Manajemen Kehumasan dan media komunikasi pada sebuah entitas merupakan sebuah system yang fungsi dan tugasnya adalah melakukan hubungan komunikasi ke dalam dan ke luar. Upaya pembinaan hubungan yang harmonis antara pimpinan atau manajer dengan para pegawai dan antara pimpinan dengan pihak luar merupakan peran kehumasan atau PR. Humas atau PR harus mampu sebagai jembatan yang membangun komunikasi dengan masyarakat luar.

Sebuah entitas yang memiliki tugas dan fungsi menjual jasa tak luput dari pentingnya kehumasan. Humas atau PR disini berperan sebagai juru bicara (company speaker) ke khalayak ramai dan harus mampu menciptakan citra baik entitas dalam menyampaikan fungsi ke khalayak publik terkait tugas dan fungsi entitas an harus menjajakan layanan jasanya kepada stokeholder masyarakat terutama target audience pada khususnya.

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogyakarta merupakan sebuah unit operasional DJKN yang salah satu tugas dan fungsinya adalah memberikan pelayanan lelang. Tahun anggaran 2015 KPKNL Yogyakarta diberikan tanggungjawab untuk melaksanakan lelang dengan frekuensi sebanyak 540 kali.

Dari 540 frekuensi tersebut 20% diantaranya atau sebanyk 180 frekuensi lelang harus dilaksanakan melalui lelang elektronik (e-Auction). E-euction merupakan sebuah program unggulan (Quickwins) DJKN dalam transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan.

Program layanan lelang elektronik ini masih baru dan disinilah peran Kehumasan/PR di tuntut untuk menyampaikan informasi e-Auction ke khalayak ramai baik stokeholder pemohon lelang maupun masyarakat pengguna jasa lelang.

Humas harus berperan mengkomunikasikan baik di internal KPKNL sendiri maupun kepada pihak luar. Untuk kalangan internal berbagai cara dapat dilakukan kehumasan berupa In House Training pelaksanaan lelang e-Auction, sedangkan untuk eksternal PR harus dapat melakukan terobosan-terobosan baru yang menarik peminat masyarakat untuk mengikuti lelang E-Auction.

Penyampaian informasi kepada eksternal dapat dilakkan dengan terobosan-terobosan sebagai berikut:
1. Membuat brosur lelang E-Auction, kemudian meyampaikan kepada stokeholder
2. Mencetak X-banner e-Auction
3. Koordinasi dengan RRI melalui acara talkshow atau iklan layanan masyarakat
4. Bersinergi dengan TVRI agar memuat iklan layanan lelang dengan media running text saat extratime acara yang sering ditonton masyarakat
5. Menyebarkan brosur ke masyarakat melalui loper koran
6. Meminta bantuan stokeholder perbankan agar meletakkan brosur di counter pelayanan bank
7. Melalui iklan layanan e-Auction pada kolom yang ada di Bulletin Bank

Dengan terobosan-terobosan tersebut diharapkan masyarakat lebih menjual dan menggunakan  jasa Pelayanan lelang e-Auction, sehingga penerimaan Negara bukan pajak lebih optimal.

Penulis : Iwan Victor Leonardo

  • Media Sosial Kami :